Sunday, December 13, 2015

Akhir 2015, Integrasi Kopaja AC Ditargetkan Untuk Koridor 4, 5 dan 6

Sebagian bus TransJ Koridor 5 (Kp Melayu atau PGC-Ancol) hingga kini masih dalam kategori tidak layak beroperasi di jalur busway. Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih memastikan pengintegrasian bus TransJ dan Kopaja AC tahun ini untuk menambah jumlah armada.

"Sebelum akhir tahun ini pasti kami luncurkan Angkutan Umum Pengumpan TransJakarta yang merupakan integrasi Kopaja di beberapa Koridor. Target utama adalah Koridor 4, 5 dan 6," ujar Kosasih kepada detikcom melalui pesan singkat, Senin (14/12/2015).

Kosasih menyebut saat ini pihak Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI tengah mengkaji jalur Koridor 4 (Dukuh Atas-Pulogadung) dan 5. Koridor 6 (Dukuh Atas atau Monas-Ragunan) terlebih dulu yang saat ini difokuskan.

"Yang sudah fix trayeknya per hari ini adalah Koridor 6. Trayek 4 dan 5 sedang dikaji bersama Dishubtrans. Setelah itu Koridor 2 (Pulogadung-Harmoni) dan 3 (Kalideres-Harmoni). Tunggu saja," terangnya.

"Sedang diatur rencana distribusinya. Total ada 320 bus sedang standar BRT (Bus Rapid Transit) plus ada 31 unit bus gandeng Scania yang sudah hadir di Jakarta," tutup Kosasih.

Sebagian kondisi bus di Koridor 5 terlihat cukup memprihatinkan, di mana AC yang sudah tidak lagi dingin, pintu tengah yang tidak lagi tertutup rapat, kursi yang kusam dan lantai bus yang terkelupas. Belum lagi ditambah bunyi decitan antar kursi dan kaca bus yang bergetar cukup nyaring tiap ada sedikit goncangan.

Meski tidak semua bus di koridor tersebut dalam kondisi seperti itu, namun sebagian besar terlihat demikian. Salah seorang penumpang pun berharap kelak bus-bus ini bisa tergantikan dengan yang baru.

"Iya rata-rata busnya sudah jelek di sini. Bus lama. Harapannya sih bisa cepat diganti ya," ujar Dea, karyawan swasta saat berbincang hari ini.

"Jauh banget kalau dibandingin sama bus-bus di Koridor 1 (Blok M-Kota) yang pada bagus. Kita kan juga maunya gitu. Masa Koridor 1 doang mentang-mentang lewatin tengah (pusat) kota," keluhnya.

Bus TransJ menjadi salah satu moda transportasi andalan sebagian besar warga Ibu Kota. Namun sayang fasilitasnya tidak dibarengi dengan kondisi fisik busnya.

Tidak dapat dipungkiri masih ada bus dalam kategori tidak laik lalu lalang beroperasi di busway. Seperti yang detikcom lihat di Koridor 5 (Kp Melayu atau PGC-Ancol), Senin (14/12/2015).

Kondisinya cukup memprihatinkan, di mana AC yang sudah tidak lagi dingin, pintu tengah yang tidak lagi tertutup rapat, kursi yang kusam dan lantai bus yang terkelupas. Belum lagi ditambah bunyi decitan antar kursi dan kaca bus yang bergetar cukup nyaring tiap ada sedikit goncangan.

Meski tidak semua bus di koridor tersebut dalam kondisi seperti itu, namun sebagian besar terlihat demikian. Salah seorang penumpang pun berharap kelak bus-bus ini bisa tergantikan dengan yang baru.

"Iya rata-rata busnya sudah jelek di sini. Bus lama. Harapannya sih bisa cepat diganti ya," ujar Dea, karyawan swasta saat berbincang.

"Jauh banget kalau dibandingin sama bus-bus di Koridor 1 (Blok M-Kota) yang pada bagus. Kita kan juga maunya gitu. Masa Koridor 1 doang mentang-mentang lewatin tengah (pusat) kota," keluhnya.

Sebelum ini, Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih menargetkan penambahan bus sebelum tutup tahun 2015. Salah satu caranya dengan mengintegrasikan manajemen TransJakarta dan Kopaja AC sebanyak 200-300 unit bus ukuran sedang.

Kadis Transportasi dan Transportasi (Kadishubtrans) DKI Andri Yansyah berharap pihak TransJakarta dapat merealisasikan pengintegrasian tersebut tengah bulan ini. Tak hanya itu, menurut Andri juga seharusnya ratusan bus bermasalah dalam pengadaan tahun 2013 bisa dimanfaatkan untuk melayani penumpang. Namun selama ini, kata Andri, masalah administrasi dan regulasi kerap disebut menjadi masalah.

"Masalah administrasi dan hukum? Panggil. Yang bermasalah bus pengadaan 2013 sehingga tidak bisa berfungsi. Silakan kaji biar bisa dioperasikan operator, jangan didiamin supaya bisa dipakai busnya dan (dibayar) rupiah per kilometernya murah," terang Andri saat berbincang di Kemenhub, Minggu (6/12).

"Memang prosesnya lama tapi harus jalan. Saya paksa di 2015 supaya 2016 bisa jalan. Lama-lama bus itu mangkrak enggak bisa diapa-apain, yang penting rupiah per kilometer," lanjutnya.

Andri menyebut bus-bus tersebut sebagian besar diparkir di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Pusat. Dia mengatakan, ratusan bus itu masih dalam kondisi bagus-bagus. Jika dapat dioperasikan, maka bisa menambah pelayanan kepada pengguna bus TransJ di DKI.

Andri pun meminta kepada PT Transportasi Jakarta untuk segera menunjuk konsultan independen dengan tujuan bisa mengevaluasi pencapaian SPM (Standar Pelayanan Minimal). Selain itu PT Transportasi Jakarta harus menunjuk ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) untuk perawatan bus TransJ.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) secara tegas meminta PT Transportasi Jakarta berbenah. Untuk kesekian kalinya dia menegaskan, jika sampai akhir tahun ini jumlah armada bus tak kunjung bisa ditambah maka Ahok akan mengganti jajaran direksinya.

"Saya sudah tekankan (direksi PT) TransJakarta kalau kamu enggak bisa nambah bus sampai akhir tahun ini, Anda (Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih) mungkin kita ganti," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (10/12).

No comments:

Post a Comment