Tuesday, August 25, 2015

Ahok gratiskan siswa KJP naik Transjakarta agar tak bawa motor lagi

Ribuan siswa di Jakarta sudah memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP). Kini, kartu itu juga bisa dipakai tanpa pemotongan tarif saat siswa/wi akan menumpang Transjakarta.

"Namanya juga orang enggak mampu, kan kalau bisa naik bus nggak bayar kan menolong pengeluaran mereka. Jadi tidak ada lagi alasan anak-anak yang sekolah tempatnya agak jauh itu habis di transportasi KJP-nya," kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Selasa (25/8).

Alasan lain Ahok menggratiskan, karena ke depan Transjakarta akan diintegrasikan dengan Kopami dan Kopaja. Jika kendaraan tersebut dapat terintegrasi, lanjutnya, semakin memudahkan anak berangkat ke sekolah karena tak perlu lagi bawa kendaraan seperti sepeda motor.

"Ini sebenarnya dalam rangka membantu anak-anak itu supaya tidak naik motor juga. Nanti Kopami dan Kopaja kita bayar rupiah per kilometer," ucapnya.

Lanjutnya, selain memungkinkan mereka tidak membawa kendaraan saat berangkat sekolah atau bepergian, ini juga akan menolong anak-anak itu menyimpan uangnya sampai akhir tahun. "Kan mereka jadi bisa menabung atau menyisihkan sebagian uangnya untuk keperluan mendadak dan sejenisnya," tutupnya.

Selain pemegang KJP, Ahok berencana gratiskan Transjakarta untuk PNS


Gubernur DKI JakartaBasuki Tjahaja Purnama, membuat program naik Transjakarta gratis bagi siswa pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Bila program ini mendapatkan respons yang cukup baik, Ahok, sapaan Basuki, akan memberlakukan program yang sama untuk PNS DKI Jakarta.

"Nanti ke depannya, kalau busnya tambah cukup, saya mau dorong mungkin seluruh pegawai di DKI digratiskan. Kita lagi hitung ya, tapi arahnya mau ke situ," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (25/8).

"Jadi ini betul, kamu ada tabungan di Bank DKI, ada combo, kamu juga bebas naik bus," tambahnya.

Dia berharap ke depan tak cuma PNS DKI dan siswa pemegang KJP yang bisa naik Transjakarta, tapi semua warga. Tapi cita-cita itu bisa terwujud bila armada Transjakarta sudah memadai.

"Kalau cukup busnya, kenapa mesti bayar? begitu loh. Yang penting jumlah busnya cukup. Ini akan sangat menolong perekonomian. Nanti juga ada bus wisata. Saya kira bisa 2016 lah," tutupnya.



No comments:

Post a Comment