Wednesday, August 12, 2015

Ahok: Mau tahu banget soal Islam? ke JIC aja deh!

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap Jakarta Islamic Center (JIC) di kawasan Koja, Jakarta Utara, bisa menjadi representasi pusat kajian ilmu islam di DKI Jakarta.

Dirinya ingin agar para siswa didik dari kalangan yang kurang mampu, bisa menuntut ilmu di sekolah menengah kejuruan yang berada di kawasan tersebut.

"Tahun depan, SMK di sini nih kita bangun untuk menampung dari sisi pengetahuannya," ujar Ahok di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Rabu (12/8).

Untuk itu, Ahok mengaku akan segera menginstruksikan kepada jajarannya yang ditugaskan di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) di JIC, guna memfasilitasi segala hal yang dibutuhkan di tempat tersebut.

"Kita mulai tugaskan PNS di sini. Sudah jadi UPT kan di sini. Jadi yang pegang duit pembangunan dan segala macamnya bukan kiai lagi," ujar Ahok.

"Pokoknya masjid seluas 12 hektare ini kita mau jadikan sebagai lokasinya pusat Islam. Kalau mau tahu banget soal Islam? Ke Islamic Center aja deh," pungkasnya.

Dalam sambutan saat menghadiri acara kumpul (halaqah) para ulama se-Jakarta yang digelar di Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sedikit bercerita saat dirinya masih kecil, dan hendak mempelajari cara membaca Alquran.

Sebab, saat masa kecilnya di kampung halamannya, Belitung Timur, Ahok memang bersekolah dan belajar di sekolah Islam. Karena dinasihati oleh gurunya untuk belajar mengaji, maka Ahok pun dengan semangat menuju masjid selepas salat Isya.

"Saya diminta sama guru saya ngaji setelah salat Isya. Sayang, saya tidak boleh masuk ke masjid oleh orang yang pikirannya pendek. Katanya saya kafir," ujar Ahok di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Rabu (12/8).

Ahok mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut. Padahal, jika saja saat itu ia diizinkan masuk ke masjid dan belajar membaca Alquran, mungkin saja saat ini dirinya sudah mahir berbahasa Arab.

"Yang sangat saya sesali dalam hidup saya, saya tidak bisa bahasa Arab," ujar Ahok.

Maka, agar kejadian di masa kecilnya itu tak terulang pada anak-anak di DKI saat ini, Ahok berjanji akan membangun sekolah berbasis pemondokan di Yayasan Pondok Karya milik Pemprov DKU, yang bisa menampung 2.000 siswa. Hal serupa juga akan dilakukannya dengan SMK di kawasan JIC.

"Jadi nanti tidak hanya berilmu, tapi juga berakhlak. Saya yakin kalau IQ dan EQ saja tidak cukup. Kalau spiritualnya tidak bagus tidak akan jadi apa-apa," ujar Ahok.

"Kita dorong agar buat pemondokan. Harusnya orang yang hafal berapa juz Alquran harusnya bisa bahasa Arab. Nanti bisa bahasa Inggris, Arab, Mandarin dan bisa kuasa dunia kita," pungkasnya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menghadiri undangan acara kumpul (Halaqah) para ulama se-Jakarta, yang digelar di Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara.

Berbatik warna emas lengkap dengan kopiahnya, Ahok ditemani Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah, yang didaulat sebagai keynote speaker dalam acara tersebut.

Ahok mengambil tempat duduk di barisan terdepan, dengan ditemani oleh Saefullah, dan Kepala JIC KH Ahmad Shodri MH.

Acara bertajuk Halaqah Ulama Ibu Kota Jakarta ini, mengambil tema 'Peran Ulama dalam Membangun Ibu Kota Melalui Jakarta Islamic Center', yang merupakan bentuk tindak lanjut dari rencana Ahok, yang hendak menjadikan JIC sebagai salah satu tujuan wisata bertema religi di ibu kota.

Acara yang diikuti oleh 200 ulama dari seluruh Jakarta itu, akan diisi dengan paparan dari 4 narasumber, antara lain oleh Habib Ali Hasan Al Bahar, Ridwan Saidi, Irwan Kelana dan Prof Dr Thomas Djamaludin.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menghadiri acara kumpul (Halaqah) ulama se-Jakarta yang digelar di Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara. Di acara itu, Ahok sapaan Basuki, menegaskan niatnya untuk menjadikan JIC sebagai salah satu destinasi wisata religi milik Pemprov DKI Jakarta.

"Nanti saya ingin Jakarta Islamic Center ini menjadi pusat Islam Indonesia, jika Anda berkunjung ke Jakarta. Saya ingin JIC ini jadi tempat tujuan wisata, yang menunjukkan Islamnya Indonesia," ujar Ahok saat memberikan sambutannya di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Rabu (12/8).

Guna mendukung tujuannya tersebut, maka Ahok juga berjanji akan mensinergikan jalur Light Rapid Transit (LRT) dari depo Kepala Gading hingga JIC. Ini akan memudahkan akses bagi pengunjung untuk singgah.

Selain itu, Ahok berencana membangun pesantren yang diperuntukkan bagi anak-anak dan pelajar dari keluarga kurang mampu agar bisa belajar dan mendapat tempat tinggal yang layak di sana.

"JIC pusat ilmu dan tentang Islam. Jadi yang datang ke Jakarta wajib mampir. Rutenya LRT dari depo ke Kelapa Gading, sampai ke Islamic Center," kata Ahok.

"Tahun depan saya juga minta Dinas Perumahan, untuk dibuatkan pemondokan bagi 2.000 siswa. Nanti konsepnya seperti sekolah Husni Thamrin," pungkasnya.

Dalam acara Halaqah tersebut, Ahok juga sempat bertukar pandangan dengan sejumlah ulama, terkait berbagai hal tentang pembangunan ibu kota. Mereka terlihat serius, kala membahas sejumlah aspek pembangunan, bagi kesejahteraan masyarakat DKI Jakarta.

No comments:

Post a Comment