Friday, August 14, 2015

Bandingkan Teater Artpreneur Ciputra, Ahok Ingin TIM Diserahkan ke Swasta

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyarankan agar Gedung Plenatarium di Taman Ismail Marzuki (TIM) dipindahtangankan ke pihak swasta. Hal ini agar pengelolaannya bisa lebih baik lagi.

"Saya punya pemikiran, aset-aset kita itu lebih baik kerjasama sama swasta," ujar pria yang akrab disapa Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2015).

Ahok pun memberi contoh gedung teater Artpreneur Ciputra oleh Ciputra Group yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Bangunan yang terbilang mewah itu, kata Ahok, hanya memakan biaya Rp 150 miliar.

Sedangkan TIM pembangunannya memakan biaya Rp 350 miliar dengan kondisi yang kini menurut dia kurang terawat dengan baik. Beberapa proyektor di Gedung Planetarium yang berisi simulasi bintang dan benda-benda langit pun dilaporkan tidak berfungsi dengan baik.

"Ciputra bikin teater Artpreneur cuma habis Rp 150 miliar, kita TIM habis Rp 350 miliar. Jadinya kayak begitu. Kamu bandingin saja Artpreneur Ciputra sama TIM, bagusan mana. Itu mah neraka sama surga," kelakarnya.

"Jadi lebih baik swasta, tapi BTO (Build-Transfer-Operate). Makanya saya mau ubah. Ini kamu bangun, langsung asetnya dikasih ke kita, DKI, baru kamu operasikan. Kalau kamu tengah jalan macem-macam ya udah, barang saya kok. Tendang saja kan kalau kamu macam-macam, silakan," kata Ahok.

Sebelumnya, Ahok juga pernah menyebut kinerja Unit Pengelolaan Teknis (UPT) di TIM tidak optimal dalam pengelolannya. Sebab dana Rp 350 miliar yang dikucurkan Pemprov tidak terlihat optimal penggunaannya.

Tak ayal dia menilai banyak UPT yang menurutnya hanya menghamburkan uang namun hasil akhirnya di luar ekspektasi. Oleh karena itu, dia menilai kerjasama dengan pihak swasta bisa membawa hasil yang lebih baik.

"Kalau kita kerjasama dengan swasta ya kerjasama saja, yang penting Anda harus fungsinya sama. Nggak usah keluar duit kita, biar mereka yang bayar. Yang penting fungsi," kata Ahok, Jumat (19/6) lalu. 

No comments:

Post a Comment