Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Andrinof Chaniago tak muncul di kantornya di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, hingga siang ini. Andrinof kabarnya termasuk menteri yang kena reshuffle, digantikan oleh Sofyan Djalil.
"Belum ke sini hari ini," kata petugas keamanan di Bappenas, kepada detikFinance, Rabu (12/8/2015)
Sementara itu, seorang staf Bappenas mengungkapkan Andrinof menghadiri acara di Kampus Paramadina pagi tadi. Setelah itu dipanggil ke Istana oleh Presiden Jokowi.
"Setelah acara di Paramadina, dipanggil Pak Jokowi, tapi masih ada satu agenda lagi hari ini," katanya.
Staf tersebut sudah tahu soal kabar reshuffle terhadap Andrinof namun belum tahu siapa pengganti sang menteri. "Infonya sudah saya terima, tapi penggantinya saya tak tahu," kata staf tersebut.
Pantauan detikFinance, suasana di area parkir Bappenas relatif sepi tak terlihat banyak mobil pejabat seperti Toyota Camry dan lainnya.
Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengakui dirinya akan menempati posisi baru di Bappenas, dengan kata lain menggantikan Andrinof Chaniago.
"Reshuffle itu hak preogratif presiden. Saya dengar saya dipindahkan ke Bappenas. Intinya Alhamdulillah bahwa negara masih percaya saya," kata Sofyan di kantornya di Lapangan Banteng.
Presiden Jokowi melantik lima menteri dan seskab baru siang ini. Presiden Jokowi merasa perlu melakukan suatu terobosan bagi percepatan kerja-kerja kabinet.
"Oleh karena itu Presiden intinya adalah bahwa ada perkembangan situasi yang membutuhkan orang personel sesuai kebutuhan,"ujar Mensesneg Pratikno di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Pratikno mengatakan saat ini dinamika ekonomi baik nasional maupun global membutuhkan rekondisi yang cepat dari pemerintah. Pergantian menteri-menteri bertujuan untuk pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.
"Intinya beliau ingin pemerintahan segera efektif dan efisien. Pemerintahan semakin kokoh dan bergerak cepat dan meningkatkan hubungan luar pasar dan internasional," jelasnya.
"Presiden juga ucapkan terimakasih kepada beliau-beliau yang diganti. Beliau-beliau adalah orang-orang yang penuh dedikasi keras. Tapi perkembangan keadaan mengharuskan presiden buat langkah baru termasuk pergantian bapak menteri. Ini diharapkan juga akan mempercepat gerakan pemerintah dan hubungan dengan menteri sebelumnya juga menentukan," papar Pratikno.
Ketika ditanya apa pertimbangan presiden menunjuk nama-nama yang baru dilantik, Pratikno hanya mengatakan hal itu terkait kebutuhan agar pemerintah lebih efektif dan efisien.
"Presiden tentu sudah melakukan review selama beberapa bulan ini. Sudah mereview kerja-kerja kabinet. Dalam berapa juga direview kembali. Presiden sendiri yang tahu," tutupnya.
"Belum ke sini hari ini," kata petugas keamanan di Bappenas, kepada detikFinance, Rabu (12/8/2015)
Sementara itu, seorang staf Bappenas mengungkapkan Andrinof menghadiri acara di Kampus Paramadina pagi tadi. Setelah itu dipanggil ke Istana oleh Presiden Jokowi.
"Setelah acara di Paramadina, dipanggil Pak Jokowi, tapi masih ada satu agenda lagi hari ini," katanya.
Staf tersebut sudah tahu soal kabar reshuffle terhadap Andrinof namun belum tahu siapa pengganti sang menteri. "Infonya sudah saya terima, tapi penggantinya saya tak tahu," kata staf tersebut.
Pantauan detikFinance, suasana di area parkir Bappenas relatif sepi tak terlihat banyak mobil pejabat seperti Toyota Camry dan lainnya.
Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengakui dirinya akan menempati posisi baru di Bappenas, dengan kata lain menggantikan Andrinof Chaniago.
"Reshuffle itu hak preogratif presiden. Saya dengar saya dipindahkan ke Bappenas. Intinya Alhamdulillah bahwa negara masih percaya saya," kata Sofyan di kantornya di Lapangan Banteng.
Presiden Jokowi melantik lima menteri dan seskab baru siang ini. Presiden Jokowi merasa perlu melakukan suatu terobosan bagi percepatan kerja-kerja kabinet.
"Oleh karena itu Presiden intinya adalah bahwa ada perkembangan situasi yang membutuhkan orang personel sesuai kebutuhan,"ujar Mensesneg Pratikno di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Pratikno mengatakan saat ini dinamika ekonomi baik nasional maupun global membutuhkan rekondisi yang cepat dari pemerintah. Pergantian menteri-menteri bertujuan untuk pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.
"Intinya beliau ingin pemerintahan segera efektif dan efisien. Pemerintahan semakin kokoh dan bergerak cepat dan meningkatkan hubungan luar pasar dan internasional," jelasnya.
"Presiden juga ucapkan terimakasih kepada beliau-beliau yang diganti. Beliau-beliau adalah orang-orang yang penuh dedikasi keras. Tapi perkembangan keadaan mengharuskan presiden buat langkah baru termasuk pergantian bapak menteri. Ini diharapkan juga akan mempercepat gerakan pemerintah dan hubungan dengan menteri sebelumnya juga menentukan," papar Pratikno.
Ketika ditanya apa pertimbangan presiden menunjuk nama-nama yang baru dilantik, Pratikno hanya mengatakan hal itu terkait kebutuhan agar pemerintah lebih efektif dan efisien.
"Presiden tentu sudah melakukan review selama beberapa bulan ini. Sudah mereview kerja-kerja kabinet. Dalam berapa juga direview kembali. Presiden sendiri yang tahu," tutupnya.
No comments:
Post a Comment