Saturday, August 22, 2015

Saat Warga Mengais Rezeki dari Reruntuhan Rumah di Kampung Pulo

Sinar matahari terik dan menyengat kulit. Udara panas begitu terasa dan semakin membuat dahaga. Sesekali semilir angin sepoi-sepoi membuat kulit yang basah oleh keringat terasa sejuk.
Saat Warga Mengais Rezeki dari Reruntuhan Rumah di Kampung Pulo
Meski cuaca panas, beberapa warga tetap semangat mengumpulkan besi-besi dari reruntuhan rumah di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Dengan menggunakan palu, gergaji besi dan linggis mereka menghancurkan puing-puing dan memisahkan besinya.
Foto: Aditya/detikcom
Wahidin, warga Kampung Pulo yang rumahnya ikut kena gusur mengaku sengaja mengumpulkan besi-besi untuk biaya pindahan ke Rusunawa Jatinegara. 

"Lumayan buat dijual lagi, nambah-nambah bayar ongkos angkut barang ke rusun," ujar Wahidin sambil memotong besi dari puing bangunan.

Wahidin lalu memasukan besi yang sudah dipotongnya ke dalam karung. Besi-besi itu akan dijualnya ke pengepul seharga Rp 2.500 sampai Rp 3.000 per kg.

"Bisa buat tambahan rokok atau ongkos pindahan kan lumayan," ucap Wahidin yang sudah mengumpulkan 50 kg besi itu.
Foto: Aditya/detikcom
Senada dengan Wahidin, Rudi juga mengumpulkan besi-besi sisa reruntuhan bangunan. Rudi merupakan pengepul besi tua yang tinggal di daerah Kampung Melayu, Jakarta Timur.

"Ini lumayan besi gratisan, bisa dijual lagi atau dilebur. Harganya sekilo Rp 3 ribu sampai Rp 4 ribu," ucap Rudi yang sudah mengumpulkan besi sebanyak 200 kg itu.

Hal yang sama juga dilakukan Ahmad yang sehari-hari memulung. Dia sengaja datang ke Kampung Pulo untuk mengais besi bekas.

"Saya ke sini karena bongkaran. Lumayan buat nyari-nyari besi," katanya.
Foto: Aditya/detikcom

No comments:

Post a Comment