Ojek online tengah menjadi primadona. Tak heran kalau kemudian di Jakarta, ojek online mulai dari Go-Jek sampai GrabBike sliweran. Ciri khas jelas, Go-Jek hijau-hijau, sedang GrabBike hijau hitam.
Tapi ada satu kesamaan dari kedua ojek online itu, terkadang kerap bikin pangkalan bareng di tempat yang tidak semestinya. Misalnya saja di depan mal Pejaten Vilage, Pasar Minggu, Jaksel.
Pada Senin (7/9/2015) malam ini saja, beberapa abang Go-Jek dan GrabBike mangkal di pinggir jalan menuju arah Ragunan. Mereka berderat di bawah larangan tanda berhenti.
Mangkalnya para tukan ojek online yang menunggu penumpang atau sekedar nongkrong ini mau tak mau mengganggu lalu lintas. Padahal sudah jelas ada tanda larangan berhenti.
Nah, para abang Go-Jek dan GrabBike ini sudah sepantasnya memberi contoh yang baik. Jangan ngetem di sembarang tempat. Mereka harus memberi contoh bagi ojek-ojek yang lain, utamanya ojek pangkalan. Setuju?
Tapi ada satu kesamaan dari kedua ojek online itu, terkadang kerap bikin pangkalan bareng di tempat yang tidak semestinya. Misalnya saja di depan mal Pejaten Vilage, Pasar Minggu, Jaksel.
Pada Senin (7/9/2015) malam ini saja, beberapa abang Go-Jek dan GrabBike mangkal di pinggir jalan menuju arah Ragunan. Mereka berderat di bawah larangan tanda berhenti.
Mangkalnya para tukan ojek online yang menunggu penumpang atau sekedar nongkrong ini mau tak mau mengganggu lalu lintas. Padahal sudah jelas ada tanda larangan berhenti.
Nah, para abang Go-Jek dan GrabBike ini sudah sepantasnya memberi contoh yang baik. Jangan ngetem di sembarang tempat. Mereka harus memberi contoh bagi ojek-ojek yang lain, utamanya ojek pangkalan. Setuju?
No comments:
Post a Comment