Pemimpin Badan Anggaran DPRD DKI Mohamad Taufik mengatakan belum ada pengajuan penambahan anggaran dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait adanya program wisata Balai Kota.
"Sejauh ini belum ada pengajuan, tapi bisa jadi naik anggarannya. Kita tidak mau menghambat," ujar Taufik ketika dihubungi, Rabu (16/9/2015).
Taufik pun mengatakan Dinas Perumahan DKI yang harus mengawal perawatan gedung Balai Kota untuk kepentingan wisata Balai Kota.
Mengenai program wisata Balai Kota sendiri, Taufik sendiri tidak mempermasalahkan. Menurut dia hal yang baik jika masyarakat umum bisa melihat tempat gubernurnya bekerja sehari-harinya.
"Jadi kalau mereka (warga) mau tahu ya silahkan. Yang penting jangan sampai menganggu dalam artian merusak fasilitas," ujar Taufik.
Untuk diketahui, program wisata Balai Kota DKI Jakarta resmi dimulai pada Sabtu (12/9/2015) lalu. Setiap akhir pekan, masyarakat dapat berkunjung ke tempat Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkantor ini tanpa dipungut biaya apapun. Wisata Balai Kota akan dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu, mulai dari pukul 09.00-17.00.
Fasilitas utama yang ingin diperlihatkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama kepada masyarakat umum dalam rangkaian tour Balai Kota salah satunya adalah showroom Jakarta Smart City.
Ahok (sapaan Basuki) menginginkan warga Jakarta bisa melihat seluruh pelosok Jakarta di dalam ruangan itu. Sebenarnya sistem tersebut merupakan kelanjutan dari aplikasi Qlue yang bisa dipasang di ponsel. Di ruangan itu, akan tersedia layar besar yang menampilkan kondisi Jakarta.
Sama seperti di aplikasi Qlue, ruangan tersebut juga bisa menampilkan laporan dari masyarakat. Sayangnya, sampai saat ini ruangan tersebut belum siap untuk dipamerkan. Dia berharap akhir tahun ini ruangan tersebut sudah siap.
Pada hari pertama dibuka untuk masyarakat umum, Balai Kota DKI Jakarta ramai didatangi siswa-siswi sekolah menengah pertama dan juga menengah atas. Ternyata, beberapa sekolah memang mendapatkan undangan dari Dinas Pendidikan untuk hadir dalam peresmian wisata Balai Kota yang dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Sabtu (12/9/2015).
Seusai mendengar sambutan, para siswa langsung mengejar Ahok(sapaan Basuki) yang saat itu lanjut berkeliling area wisata Balai Kota. Mereka tampak kesulitan mengejar Ahok yang memang sedang dikerumuni banyak orang.
Saat di Balairung, Ahok sempat berhenti sejenak untuk meladeni wawancara wartawan. Melihat Ahok yang sedang berhenti, para siswa pun langsung mengambil kesempatan untuk ber-selfie dengan Ahok.
Ahok yang ketika itu sedang berbicara sedikit demi sedikit mencuri pandang ke arah kamera dan tersenyum. Setelah itu, dia lanjut berbicara lagi. Kejadian tersebut terjadi berulang kali sampai akhirnya Ahok melanjutkan perjalanan.
"Yes! Yes!" ujar salah seorang siswa yang berhasil ber-selfie dengan Ahok.
Mengenai wisata Balai Kota ini, salah seorang siswa SMA 10, Rizki Gobel mengaku merasa senang. Dengan mengunjungi Balai Kota, dia bisa tahu sedikit mengenai asal-usul Jakarta. Dia juga bisa mengetahui siapa saja gubernur yang pernah memimpin Jakarta.
Sebelum Balai Kota dibuka untuk umum, Rizki tidak pernah tahu seperti apa interior yang ada di dalamnya. Kini, Rizki mengaku senang berkunjung ke Balai Kota.
"Sebelumnya sering lewat doang. Tapi enggak tahu ada semua ini, tapi kita tahu sih ini Balai Kota," ujar Rizki.
Siswa lain, Geza, mengaku senang berkunjung ke Balai Kota karena ragam kulinernya. Geza mengatakan, kuliner yang dijual di area wisata Balai Kota ini unik dan jarang dia jumpai. Selain itu, dia juga senang mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Gubernur Ahok.
"Banyak makanan yang udah jarang ada. Terus tadi seneng soalnya bisa ketemu Pak Ahok," ujar Geza.
Untuk diketahui, program wisata Balai Kota DKI Jakarta resmi dimulai hari ini, Sabtu (12/9/2015). Setiap akhir pekan, masyarakat dapat berkunjung ke tempat Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkantor ini tanpa dipungut biaya apapun. Wisata Balai Kota akan dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu, mulai dari pukul 09.00-17.00.
"Sejauh ini belum ada pengajuan, tapi bisa jadi naik anggarannya. Kita tidak mau menghambat," ujar Taufik ketika dihubungi, Rabu (16/9/2015).
Taufik pun mengatakan Dinas Perumahan DKI yang harus mengawal perawatan gedung Balai Kota untuk kepentingan wisata Balai Kota.
Mengenai program wisata Balai Kota sendiri, Taufik sendiri tidak mempermasalahkan. Menurut dia hal yang baik jika masyarakat umum bisa melihat tempat gubernurnya bekerja sehari-harinya.
"Jadi kalau mereka (warga) mau tahu ya silahkan. Yang penting jangan sampai menganggu dalam artian merusak fasilitas," ujar Taufik.
Untuk diketahui, program wisata Balai Kota DKI Jakarta resmi dimulai pada Sabtu (12/9/2015) lalu. Setiap akhir pekan, masyarakat dapat berkunjung ke tempat Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkantor ini tanpa dipungut biaya apapun. Wisata Balai Kota akan dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu, mulai dari pukul 09.00-17.00.
Fasilitas utama yang ingin diperlihatkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama kepada masyarakat umum dalam rangkaian tour Balai Kota salah satunya adalah showroom Jakarta Smart City.
Ahok (sapaan Basuki) menginginkan warga Jakarta bisa melihat seluruh pelosok Jakarta di dalam ruangan itu. Sebenarnya sistem tersebut merupakan kelanjutan dari aplikasi Qlue yang bisa dipasang di ponsel. Di ruangan itu, akan tersedia layar besar yang menampilkan kondisi Jakarta.
Sama seperti di aplikasi Qlue, ruangan tersebut juga bisa menampilkan laporan dari masyarakat. Sayangnya, sampai saat ini ruangan tersebut belum siap untuk dipamerkan. Dia berharap akhir tahun ini ruangan tersebut sudah siap.
Pada hari pertama dibuka untuk masyarakat umum, Balai Kota DKI Jakarta ramai didatangi siswa-siswi sekolah menengah pertama dan juga menengah atas. Ternyata, beberapa sekolah memang mendapatkan undangan dari Dinas Pendidikan untuk hadir dalam peresmian wisata Balai Kota yang dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Sabtu (12/9/2015).
Seusai mendengar sambutan, para siswa langsung mengejar Ahok(sapaan Basuki) yang saat itu lanjut berkeliling area wisata Balai Kota. Mereka tampak kesulitan mengejar Ahok yang memang sedang dikerumuni banyak orang.
Saat di Balairung, Ahok sempat berhenti sejenak untuk meladeni wawancara wartawan. Melihat Ahok yang sedang berhenti, para siswa pun langsung mengambil kesempatan untuk ber-selfie dengan Ahok.
Ahok yang ketika itu sedang berbicara sedikit demi sedikit mencuri pandang ke arah kamera dan tersenyum. Setelah itu, dia lanjut berbicara lagi. Kejadian tersebut terjadi berulang kali sampai akhirnya Ahok melanjutkan perjalanan.
"Yes! Yes!" ujar salah seorang siswa yang berhasil ber-selfie dengan Ahok.
Mengenai wisata Balai Kota ini, salah seorang siswa SMA 10, Rizki Gobel mengaku merasa senang. Dengan mengunjungi Balai Kota, dia bisa tahu sedikit mengenai asal-usul Jakarta. Dia juga bisa mengetahui siapa saja gubernur yang pernah memimpin Jakarta.
Sebelum Balai Kota dibuka untuk umum, Rizki tidak pernah tahu seperti apa interior yang ada di dalamnya. Kini, Rizki mengaku senang berkunjung ke Balai Kota.
"Sebelumnya sering lewat doang. Tapi enggak tahu ada semua ini, tapi kita tahu sih ini Balai Kota," ujar Rizki.
Siswa lain, Geza, mengaku senang berkunjung ke Balai Kota karena ragam kulinernya. Geza mengatakan, kuliner yang dijual di area wisata Balai Kota ini unik dan jarang dia jumpai. Selain itu, dia juga senang mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Gubernur Ahok.
"Banyak makanan yang udah jarang ada. Terus tadi seneng soalnya bisa ketemu Pak Ahok," ujar Geza.
Untuk diketahui, program wisata Balai Kota DKI Jakarta resmi dimulai hari ini, Sabtu (12/9/2015). Setiap akhir pekan, masyarakat dapat berkunjung ke tempat Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkantor ini tanpa dipungut biaya apapun. Wisata Balai Kota akan dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu, mulai dari pukul 09.00-17.00.
No comments:
Post a Comment