Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengaku sebagai orang yang berpengalaman untuk urusan politik. Karena itu Ahok tahu betul bila ada permainan politik yang dimaksudkan untuk mencari keuntungan pribadi.
Pernyataan ini disampaikan untuk memperingatkan bawahannya agar tidak melakukan penyimpangan. Sebab Ahok tahu segala bentuk 'permainan' termasuk di Pemprov DKI.
"Sebenarnya kalau bisa dibilang, saya orang yang paling berpengalaman di politik pasca reformasi. Kalau mau main-main, Anda salah," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (4/9/2015).
Ia menceritakan perjalanan kariernya mulai dari membentuk partai di Belitung Timur hingga melenggang ke Senayan dan duduk di komisi II DPR.
Ahok pada perjalanan politik akhirnya berduet dengan Joko Widodo sebagai wakil gubernur pada tahun 2012 dan akhirnya menduduki posisi gubernur saat ini. Menurut Ahok, ia sudah mempelajari seluruh pola bawahannya yang mencoba memperkaya diri dengan segala bentuk penyimpangan.
Karena itu Ahok meminta bawahan yang bermain anggaran untuk berhenti atau diberhentikan. Ahok bercerita ada seorang PNS yang berlagak miskin di kantor namun di situs jejaring sosialnya PNS tersebut memamerkan tas mahal merk luar negeri.
"Zaman sekarang gampang melacak orang. Saya bisa mendapatkan data anak-anak, keluarga, kekayaaan dan kehidupan anda. Saya ini tiap pagi minum pil pura-pura goblok saja tiap pagi. Tapi sebenarnya saya tahu apa yang anda lakukan," terangnya.
Menurut Ahok, kegemaran orang Indonesia bermain situsjejaring sosial seperti facebook, twitter, instagram akan memudahkan orang tersebut dilacak.
"Kalau Anda kaya, nggak apa-apa. Saya juga tidak akan mengatur hidup anda. Tapi kalau Anda curi APBD dan foya-foya, itu keterlaluan," ucapnya.
Ia juga meminta bawahannya untuk sportif dengan memberi kritik langsung tanpa harus bergosip di belakang. Ahok mengaku tak segan menjadikan bawahannya sebagai guru jika memang bawahannya itu memiliki ilmu yang mumpuni.
"Jangan mencibir di belakang. Kalau berani di depan saya. Kalau anda hebat, saya akui sebagai guru. Tapi kalau saya lebih pintar, Anda harus akui saya sebagai guru," tutur Ahok.
Gubernur DKI Basuki T Purnama benar-benar membuktikan ucapannya dengan mencopot Sotar Harahap dari jabatan Sekretaris Dewan DPRD DKI. Kini, Sotar mengisi kursi pejabat fungsional umum di Badan Pendidikan dan Pelatihan DKI.
Nama Sotar Harahap termasuk dalam jajaran 21 orang pejabat eselon II dan III yang dilantik Ahok hari ini di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (4/9/2015).
Sotar yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dewan dipindahkan Ahok menjadi pejabat fungsional umum di Badan Pendidikan dan Pelatihan DKI.
Ia bersama mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Moch Haris, dan 3 orang pejabat lainnya. Salah satunya adalah mantan Wakil Kepala Dishub DKI yang dulu juga pernah menjabat Kepala BLU Transjakarta Pargaulan Butar-butar.
Jabatan Sotar kini diganti oleh M Yuliadi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota, Jakarta Barat.
Berikut nama pejabat yang dirotasi Ahok hari ini:
1. kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah, Andi Baso sebelumnya menjabat Asisten Administrasi dan Keuangan Sekda
2. Asisten Administrasi dan Keuangan Sekda Pemprov DKI, Mara Oloan Siregar sebelumnya Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup
3. Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI, Gamar Sinurat sebelumnya Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup DKI.
4. Asisten Deputi Bid. Tata Ruang Deputi Gubernur DKI Abdul Chair sebelumnya Kepala Bid Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Dinas Damkar
5. Asisten Deputi Bid. Lingkungan Hidup Deputi Gubernur DKI Riana Faiza sebelumnya Kepala Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI
6. Sekretaris Dewan DPRD DKI M. Yuliadi sebelumnya Wakil Wali Kota Jakarta Barat
7. Wakil Wali Kota Jakarta Barat M. Zen sebelumya menjabat Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat.
8. Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Asril sebelumnya menjabat Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sek. Kota Jakbar
9. Sekretaris KORPRI DKI, Junaedi S sebelumnya menjabat Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara.
10. Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Ahmad Ya'la sebelumnya Asisten Kesejahteraan Rakyat Sek. Kota Jakarta Utara
11. Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Yuli Hartono yang sebelumnya menjabat Kepala Suku Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Jakbar.
12. Wakil Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI, Edi Sumantri yang sebelumnya menjabat Kepala Bid. Perencanaan dan Pengembangan Pajak Daerah Dinas Perpajakan DKI
13. Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI, Teguh Hendarwan yang sebelumnya menjabat Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Jaktim
Pernyataan ini disampaikan untuk memperingatkan bawahannya agar tidak melakukan penyimpangan. Sebab Ahok tahu segala bentuk 'permainan' termasuk di Pemprov DKI.
"Sebenarnya kalau bisa dibilang, saya orang yang paling berpengalaman di politik pasca reformasi. Kalau mau main-main, Anda salah," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (4/9/2015).
Ia menceritakan perjalanan kariernya mulai dari membentuk partai di Belitung Timur hingga melenggang ke Senayan dan duduk di komisi II DPR.
Ahok pada perjalanan politik akhirnya berduet dengan Joko Widodo sebagai wakil gubernur pada tahun 2012 dan akhirnya menduduki posisi gubernur saat ini. Menurut Ahok, ia sudah mempelajari seluruh pola bawahannya yang mencoba memperkaya diri dengan segala bentuk penyimpangan.
Karena itu Ahok meminta bawahan yang bermain anggaran untuk berhenti atau diberhentikan. Ahok bercerita ada seorang PNS yang berlagak miskin di kantor namun di situs jejaring sosialnya PNS tersebut memamerkan tas mahal merk luar negeri.
"Zaman sekarang gampang melacak orang. Saya bisa mendapatkan data anak-anak, keluarga, kekayaaan dan kehidupan anda. Saya ini tiap pagi minum pil pura-pura goblok saja tiap pagi. Tapi sebenarnya saya tahu apa yang anda lakukan," terangnya.
Menurut Ahok, kegemaran orang Indonesia bermain situsjejaring sosial seperti facebook, twitter, instagram akan memudahkan orang tersebut dilacak.
"Kalau Anda kaya, nggak apa-apa. Saya juga tidak akan mengatur hidup anda. Tapi kalau Anda curi APBD dan foya-foya, itu keterlaluan," ucapnya.
Ia juga meminta bawahannya untuk sportif dengan memberi kritik langsung tanpa harus bergosip di belakang. Ahok mengaku tak segan menjadikan bawahannya sebagai guru jika memang bawahannya itu memiliki ilmu yang mumpuni.
"Jangan mencibir di belakang. Kalau berani di depan saya. Kalau anda hebat, saya akui sebagai guru. Tapi kalau saya lebih pintar, Anda harus akui saya sebagai guru," tutur Ahok.
Gubernur DKI Basuki T Purnama benar-benar membuktikan ucapannya dengan mencopot Sotar Harahap dari jabatan Sekretaris Dewan DPRD DKI. Kini, Sotar mengisi kursi pejabat fungsional umum di Badan Pendidikan dan Pelatihan DKI.
Nama Sotar Harahap termasuk dalam jajaran 21 orang pejabat eselon II dan III yang dilantik Ahok hari ini di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (4/9/2015).
Sotar yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dewan dipindahkan Ahok menjadi pejabat fungsional umum di Badan Pendidikan dan Pelatihan DKI.
Ia bersama mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Moch Haris, dan 3 orang pejabat lainnya. Salah satunya adalah mantan Wakil Kepala Dishub DKI yang dulu juga pernah menjabat Kepala BLU Transjakarta Pargaulan Butar-butar.
Jabatan Sotar kini diganti oleh M Yuliadi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota, Jakarta Barat.
Berikut nama pejabat yang dirotasi Ahok hari ini:
1. kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah, Andi Baso sebelumnya menjabat Asisten Administrasi dan Keuangan Sekda
2. Asisten Administrasi dan Keuangan Sekda Pemprov DKI, Mara Oloan Siregar sebelumnya Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup
3. Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI, Gamar Sinurat sebelumnya Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup DKI.
4. Asisten Deputi Bid. Tata Ruang Deputi Gubernur DKI Abdul Chair sebelumnya Kepala Bid Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Dinas Damkar
5. Asisten Deputi Bid. Lingkungan Hidup Deputi Gubernur DKI Riana Faiza sebelumnya Kepala Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI
6. Sekretaris Dewan DPRD DKI M. Yuliadi sebelumnya Wakil Wali Kota Jakarta Barat
7. Wakil Wali Kota Jakarta Barat M. Zen sebelumya menjabat Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat.
8. Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Asril sebelumnya menjabat Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sek. Kota Jakbar
9. Sekretaris KORPRI DKI, Junaedi S sebelumnya menjabat Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara.
10. Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Ahmad Ya'la sebelumnya Asisten Kesejahteraan Rakyat Sek. Kota Jakarta Utara
11. Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Yuli Hartono yang sebelumnya menjabat Kepala Suku Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Jakbar.
12. Wakil Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI, Edi Sumantri yang sebelumnya menjabat Kepala Bid. Perencanaan dan Pengembangan Pajak Daerah Dinas Perpajakan DKI
13. Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI, Teguh Hendarwan yang sebelumnya menjabat Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Jaktim
No comments:
Post a Comment