Friday, September 4, 2015

Ahok Soal Pilgub 2017: Kalau Jual SARA, Percaya Sama Saya Nggak Laku!

Sejumlah nama yang digadang-gadang maju di Pilgub DKI Jakarta 2017 mulai bermunculan.  Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang juga akan maju sebagai calon independen berpesan agar semua pihak tidak perlu menjual SARA dalam pesta demokrasi nanti. Sebab isu itu terbukti tidak laku.

"Jujur saja ya berdasarkan pengalaman kita melawan Pak Foke (Fauzi Bowo) kalau orang menjual suku, ras dan agama (SARA), percaya sama saya itu enggak lakulah kalau menjual (dengan cara seperti) itu," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Barat, Jumat (4/9/2015). Ahok menjawab pertanyaan wartawan tentang Gerindra yang melirik Ben Benyamin karena berasal dari Betawi asli.

"Karena orang Jakarta itu enggak bodoh, itu namanya menghina orang Jakarta," imbuhnya.

Ahok mengingatkan agar peserta tidak menggunakan etnis sebagai senjata kampanye. Sebab hal tersebut terbukti tidak mempan ketika dirinya menjadi pendamping Joko Widodo dalam Pilgub 2012 lalu.

"Saya sudah buktikan waktu lawan Fauzi Bowo. Duit banyak, pengalaman birokrasi (banyak), jual Betawi dan lawan Jokowi yang (waktu itu) orang nggak kenal. Apalagi Ahok lagi," kata Ahok.

Pada Kamis kemarin, Waketum Gerindra Edhy Prabowo menyebut bahwa secara pribadi dia mendukung Sandiaga Uno dan Ben Benyamin untuk maju Pilgub 2017 melawan Ahok. "Kalau dalam hal penentuan siapa yang diusung orang yang benar sejalan dengan partai. Sandiaga merupakan salah satu calon alternatif.

Kalau dari kemampuan paling cocok. Punya latar belakang baik, ketokohan dan istri beliau berlatar Betawi," jelasnya. Latar belakang Betawi juga merupakan keunggulan Ben Benyamin. Meski demikian, Gerindra tetap akan memantau hasil survei kandidat. 

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyambut baik siapa saja yang mau maju dalam Pilgub DKI 2017 mendatang. Tidak terkecuali, kandidat dari luar Ibu Kota seperti Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

"Saya bilang, Pak Jokowi dan saya masuk ke DKI ini membuka peluang seluruh kepala daerah di Indonesia untuk bisa jadi gubernur di DKI," ujar Ahok menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan Ridwan Kamil maju sebagai calon DKI-1 di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2015).

Ahok pun berpesan kepada siapa saja yang kelak maju dalam Pilgub 2017 haruslah memiliki rekam jejak yang baik. Calon itu juga harus mengedepankan transparansi dalam hal apa pun.

"Makanya kalau mau jadi Gubernur DKI milikilah rekam jejak yang baik di daerah Anda dari sisi kejujuran dari sisi kerja keras, dari sisi transparansi. Kalau itu yang Anda jual, ada harapan Anda laku di Jakarta," sebutnya.

"Itu yang kita harapkan, jadi orang Jakarta pilihannya banyak," tutup Ahok.

Ridwan Kamil memang belum terbuka soal ambisinya maju Pilkada DKI. Bahkan pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan masih ingin bertahan di Bandung, Jawa Barat.

"Enggak akan banyak komentar apakah saya mau maju atau enggak. Belum saatnya juga. Saya melihat apa adanya saja dan fokus di Bandung saja," kata Kang Emil kepada wartawan di rumah dinasnya, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Jumat (8/5) malam. 

No comments:

Post a Comment