Friday, September 4, 2015

Ditanya berapa PNS yang akan dimutasi, Ahok bilang 'bisa 200, 300'

Ditanya berapa PNS yang akan dimutasi, Ahok bilang 'bisa 200, 300'

Sejumlah pejabat DKI eselon II, III dan IV akan dirotasi hari ini. Pelantikan akan dilakukan sore nanti.

"Jadi jam 3 nanti. (Jumlahnya) saya enggak tahu, bisa 100, 200 apa 300 saya enggak tahu," ujar Gubernur DKI Jakarta, basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (4/9).

Dia hanya memastikan salah satu yang akan dicopot adalah Ahmad Sotar Harahap dari jabatan sebelumnya sebagai Sekwan DPRD DKI.

"Sekwan termasuk yang diganti, harus ganti," ucap Ahok.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov DKI Jakarta, Agus Suradika menegaskan, ada dua pejabat pejabat pemrov yang dievaluasi, yaitu Sekwan DPRD Jakarta dan salah satu asisten Sekda (Sekretaris Daerah) Pemprov DKI Jakarta.

Sementara itu, terdapat satu jabatan kosong yaitu Kepala Perindustrian dan Energi yang sebelumnya diduduki oleh Haris Pindratno yang sebelum mengundurkan diri dengan alasan kesehatan.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, melaporkan PNS Dinas Kebersihan yang ketahuan menilep gaji pekerja harian lepas (PHL). Setelah banyak PNS yang dimutasi bahkan dipolisikan, kini, kata Basuki, anak buahnya mulai bekerja dengan benar termasuk para lurah/

"Kita sudah mulai identifikasi lurah-lurah itu sudah mulai baik," kata Ahok, sapaannya, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (4/9).

Ahok menjelaskan, banyak pihak yang nakal memasukkan nama PHL namun setelah dicek identitas yang bersangkutan tidak ada. Orang-orang yang seperti itulah, kata Ahok, yang akan dia tertibkan.

"Saya udah minta siapa sih nama-nama (PHL )di wilayah sini, lurah begitu periksa orangnya enggak ada. Tapi oknum kebersihan atau taman pasti ngeles. Oh ini salah orang atau ini orangnya sudah diganti. Nah itu bagi saya sudah ada indikasi permainan.

PNS yang main curang tersebut, tambahnya, udah diperiksa dan pasti akan dipecat bila terbukti bersalah.

"Kita lagi periksa. Pasti pemecatan, saya sudah minta inspektorat keras. Pemecatan sebagai pns kalau terbukti. Kita Bawa ke ranah hukum," tegasnya.

Tak hanya itu, dia juga mengklaim ketegasannya selama ini membuat proses tender sejumlah proyek berjalan dengan baik. "Kita investasi mulai jalan, Jakarta udah masuk 50 persen. Kita ganti yang lebih mengerti. Tinggal tunggu waktu aja. Karena ekonomi kita masih kacau, kita potong. Kita buka perubahan yang akan kita bahas. Udah telat ini harusnya cepet. Ya sudah lah kita sama DPD sama mau menggali juga tunggu mereka," pungkasnya.

 Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok mengatakan akan mengevaluasi kinerja lurah. Lurah malas akan dicopot dan yang rajin akan di promosikan jabatan.

"Kita evaluasi ada beberapa lurah yang malas termasuk para pekerja penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU). Ada beberapa lurah yang enggak mau PPSU, dia malas," ucap Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (4/9).

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengungkapkan ada beberapa lurah yang dianggap kinerjanya buruk. "Lurah semua relatif bagus, ada yang beberapa jelek, di bawah 10 orang saya kira yang memang nakal, tidak mau ada PPSU, tidak mau respon kru. Gampang kita coret aja," tegas Ahok.

Lebih lanjut Ahok menuturkan, banyak lurah mengajukan pindah pos dengan alasan bermacam-macam, mulai dari keinginan membereskan PNS yang kinerjanya buruk sampai urusan rumah tangga.

"Lurah yang baik kita tawarkan mau jadi pamong, mau jadi sekretaris camat, wakil camat. Ada lurah yang bilang 'pak saya mau pindah ke BKD pak. Saya mau beresin PNS yang nggak bener, ada juga yang mau jadi Sekdam, tapi camatnya mesti dipindahin juga pak'. Saya tanya siapa camat yg paling bagus? Ada yang bilang jangan camat itu pak, posnya ada dua (istrinya ada dua)," tutur Ahok sambil tersenyum.

Sejak menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, sudah tak terhitung berapa kali Basuki Tjahaja Purnama merotasi bawahannya. Bahkan, mereka yang sudah menjabat sebagai kepala dinas sekalipun tak membuat Ahok, sapaan Basuki, sungkan untuk mencopotnya.

Ahok selalu beralasan mutasi dan pen-staff-an sejumlah PNS karena birokrasi di Pemprov yang terlalu gemuk. Jumlah pegawai yang banyak tak sebanding dengan kinerja mereka.

Itu sebabnya, Ahok berpikir memangkas PNS yang performa kinerjanya tidak terlalu menonjol. Dia mau, anak buah yang bekerja cepat, jujur dan tanggung jawab.

"Dulu CPNS pasti jadi PNS, sekarang nanti dulu. Kalau kelakuan ngaco kami pecat! sekarang Jakarta sudah berubah. Dulu jadi PNS pasti bersyukur, pesta, nanti dulu pestanya," kata Ahok, beberapa waktu lalu.

Hari Jumat ini Ahok menjadwalkan kembali merotasi posisi sejumlah pejabat DKI. Siapa saja mereka?

Kamis kemarin Ahok menegaskan ada 3 orang yang bakal dirotasi. Padahal sebulan sebelumnya, Ahok baru saja memutasi sejumlah kepala dinas.

Untuk tiga orang yang dirotasi, Ahok sudah memastikan salah satunya Sekretaris DPRD DKIJakarta, Sotar Harahap. Sotar dicopot Ahok karena tak memberikan salinan analisa Badan Pemeriksa Keuangan soal APBD 2014 pada Pemprov DKI Jakarta.

Analisa BPK tersebut pula yang membuat hubungan Ahok dengan badan pemeriksa keuangan itu tegang. Karena laporan BPK menyebut APB DKI Jakarta 2014 mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian akibat pembelian lahan RS Sumber Waras untuk pembangunan rumah sakit kanker.

"Salah satunya Sekwan DPRD DKI (Ahmad Sotar Harahap). Kami lagi evaluasi siapa bisa gantikan Sekwan," ujar Ahok di Balai Kota DKI, kemarin.

Selain karena hal itu, Ahok juga sempat menyebut nama Sotar, terkait adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum PNS DKI pada lahan parkir di basement gedung DPRD DKI Jakarta.

"Ya bisa memang gara-gara laporan BPK kemarin, bisa urusan KUAPPAS, bisa urusan parkiran, macam-macam lah. Pokoknya salah satu Asisten Sekda (akan diganti)," ujar Ahok.

Ahok berharap semua PNS bekerja sesuai tupoksi. Bila tidak mereka akan mengalami nasib yang sama seperti sejumlah PNS yang sudah dimutasi.

Bahkan Ahok mengancam akan kembali melakukan rotasi besar-besaran seperti awal tahun ini. Cara ini dilakukan karena dirinya tak mau lagi ada ruang untuk PNS yang coba-coba korupsi.

Ahok menjelaskan, bagi pegawai yang dinilai memiliki kinerja prima, jika tidak dilantik dalam waktu dekat, maka mereka akan mengikuti perombakan pada Januari-Februari 2016 mendatang.

"Enggak bisa buat besok, bisanya buat Januari-Februari. Nanti begitu dapat yang bagus-bagus, mungkin Januari- Februari kita cuci gudang," tambahnya.

"Jadi kalau ada PNS yang enggak jelas dan malas, tidak kita naikkan. Tapi semua staff yang bagus, kita naikkan. Jadi yang tidak nyolong aja kita usahakan. Akan kasih pensiun aja kok. Tapi kalau nyolong, sudah diberikan kesempatan, langsung dipecat aja, itu lebih baik," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment