Saturday, September 5, 2015

Hadir di kampanye Donald Trump, Setya cs permalukan rakyat Indonesia

PKB soal Fadli dkk di kampanye Trump: Memalukan selfie sama wanita

Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PKB Maman Imanul Haq merasa malu terhadap tingkah laku para pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto dan Fadli Zon karena menghadiri jumpa pers kampanye yang digelar bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump. Dia pun merasa sakit hati.

"Ini perlakuan yang memalukan bahwa DPR brengsek dan harus dibubarkan. Saya berusaha untuk melahirkan undang-undang yang berkualitas. Tapi orang hanya melihat ketua dan pimpinannya jalan-jalan dan selfie bersama wanita, ini memalukan sekali. Ini sungguh menyakitkan hati, bukan mencerminkan sebagai anggota dewan," kata Maman dalam konferensi pers di Bakoel Coffee Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9).

Sementara itu, Anggota komisi II dari Fraksi PDIP, Budiman Sudjatmiko pun meminta pertanggungjawaban dari keduanya. "Ini sungguh memalukan dan kami akan meminta pertanggungjawabannya," ujar Budiman.

Kedua orang tersebut, kata Budiman, telah memalukan DPR juga warga negara Indonesia. "Misalkan saya sama salah satu calon Bupati, saya hadir pasti saya akan dikritik. Apalagi dia, maupun sama Bill Clinton atau apapun berdiri di sana sebagai ketua dewan," katanya.

Selain itu, politisi PDIP lainnya Rieke Diah Pitaloka juga merasa malu dengan ulah kedua pimpinan DPR itu. "Saya tidak tahu kedua orang tersebut itu pencitraan atau apa. Yang pasti saya malu karena dia anggota DPR," kata Rieke.

Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PKB Maman Imanul Haq merasa malu terhadap tingkah laku para pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto dan Fadli Zon karena menghadiri jumpa pers kampanye yang digelar bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump. Dia pun merasa sakit hati.

"Ini perlakuan yang memalukan bahwa DPR brengsek dan harus dibubarkan. Saya berusaha untuk melahirkan undang-undang yang berkualitas. Tapi orang hanya melihat ketua dan pimpinannya jalan-jalan dan selfie bersama wanita, ini memalukan sekali. Ini sungguh menyakitkan hati, bukan mencerminkan sebagai anggota dewan," kata Maman dalam konferensi pers di Bakoel Coffee Cikini, JakartaPusat, Sabtu (5/9).

Sementara itu, Anggota komisi II dari Fraksi PDIP, Budiman Sudjatmiko pun meminta pertanggungjawaban dari keduanya. "Ini sungguh memalukan dan kami akan meminta pertanggungjawabannya," ujar Budiman.

Kedua orang tersebut, kata Budiman, telah memalukan DPR juga warga negara Indonesia. "Misalkan saya sama salah satu calon Bupati, saya hadir pasti saya akan dikritik. Apalagi dia, maupun samaBill Clinton atau apapun berdiri di sana sebagai ketua dewan," katanya.

Selain itu, politisi PDIP lainnya Rieke Diah Pitaloka juga merasa malu dengan ulah kedua pimpinan DPR itu. "Saya tidak tahu kedua orang tersebut itu pencitraan atau apa. Yang pasti saya malu karena dia anggota DPR," kata Rieke.

Anggota DPR dari Fraksi PDIP Adian Napitupulumengecam dua pimpinan DPR Setya Novanto dan Fadli Zonmenghadiri jumpa pers kampanye yang digelar bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump. Sebab, lawatan mereka ke AS sedianya untuk menghadiri Konferensi Dunia IV Pimpinan Parlemen Dunia di markas PBB yang berlangsung 31 Agustus-2 September.

"Di sini, posisi kedua orang tersebut sebagai apa?" ujar Adrian Napitupulu, di Bakoel Coffee Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9).

Menurut dia, hak warga negara Setya Novanto dan Fadli Zon bisa dicabut karena diduga membela kepentingan politik luar negeri.

"Kalau ketua DPR berperang untuk politik luar negeri harusnya warga negaranya dicabut. Kenapa warga negara Indonesia perang untuk luar negeri? Berati ini ada kepentingan di luar dan dalam negeri," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Adian juga merasa kasihan kepada Ketua Umum Partai Gerinda,Prabowo Subianto. Karena, lanjut Adian, setiap Prabowo berpidato selalu tentang bangsa dan negara.

"Mungkin kalau Prabowo diwawancara dia pasti jawab 'Sakitnya tuh di sini," pungkasnya.

Kontroversi kedatangan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia dalam kampanye Donald Trump menuai kontroversi. Pasalnya, miliuner Amerika Serikat ini memutuskan untuk menjadi Presiden AS.
Tak hanya datang ke acara kampanye, ternyata Setya Novanto,Fadli Zon, dan beberapa anggota DPR lainnya juga diperkenalkan ke publik AS pendukung Trump.
"Ini dia salah satu orang hebat, dia adalah Ketua DPR IndonesiaSetya Novanto, dan kita semua akan melakukan hal hebat untuk Amerika Serikat, bukankah begitu?" ujar Trump yang dijawab dengan anggukan Setya Novanto.
Trump kemudian bertanya lagi apakah masyarakat Indonesia menyukainya. Lagi-lagi diiyakan oleh Ketua DPR tersebut.
Sementara itu, Fadli Zon yang merupakan Wakil Ketua DPR mengatakan Trump sangat dikenal di Indonesia sebagai pengusaha properti yang sukses. Trump juga memiliki beberapa proyek seperti di Bali dan Jawa Barat.
"Saya pikir kami menyukai dia, karena dia juga berinvestasi di Indonesia. Dia memiliki beberapa proyek di Bali dan Jawa Barat, jadi dia juga merupakan teman Indonesia," kata Fadli.
Di bagian akhir, Fadli dan Setya diberikan oleh-oleh khusus dari toko Trump Tower. Fadli mengaku belum membukanya dan tidak tahu isi di dalamnya.
 Mungkin inilah cara calon presiden AS itu merayu warga Indonesia. Dia mengatakan Indonesia adalah negara yang indah, dan kaya dengan orang-orang hebat.
Sementara itu, Trump rupanya membangun bisnis juga di Tanah Air kita ini. Bekerja sama dengan pengusaha dalam negeri, Hary Tanoesoedibjo, Trump akan membuka hotel di Bali.
Perjanjian kerja sama dengan Trump Hotel Collection itu dibuat di Kota New York pekan lalu. Namun pihak Trump maupun Hary Tanoe menolak menyebut nilai bisnis tersebut, seperti dilansir situs bluoinartindo.com, awal pekan ini.
Pembangunan hotel mewah di Bali itu akan menjadi properti mewah ke-13 yang dibuat oleh Trump Hotel Collection di seluruh dunia.
"Para tamu kami ingin sekali melihat lebih banyak Trump Hotel di lokasi tujuan wisata di seluruh dunia. Selain itu dari sisi bisnis, Bali adalah pasar yang kuat, terutama bagi segmen mewah," ujar juru bicara Trump Hotel collection.
Selain di Bali, tahun depan Trump Hotel juga akan membangun empat hotel mewah di Washington D.C, Rio de janeiro, Vancouver, dan Baku.
"Kesuksesan bisnis keluarga Trump yang diakui secara global akan semakin membuat kemewahan Bali kian meningkat," ujar Hary Tanoe dalam jumpa pers acara kerja sama itu.


No comments:

Post a Comment