Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun ruang rublik terpadu ramah anak (RPTRA) di sebuah lahan di Jalan Baung III, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rencananya RPTRA akan mulai dibangun pada Oktober 2015 mendatang.
"Yang pasti tahun ini, karena ini merupakan program kerja 2015. Kalau bisa memang bulan ini sudah mulai, paling telat Oktober," ucap Camat Pasar Minggu Heryanto saat meninjau lokasi RPTRA Baung, Rabu (9/9/2015).
Ia menjelaskan, RPTRA yang akan dibangun melalui programcorporate social responsibility (CSR) PT Nestle. RPTRA yang akan dibangun di lahan seluas 1.800 meter persegi itu pun akan dilengkapi sejumlah fasilitas.
Seperti RPTRA yang sudah ada sebelumnya, RPTRA Baung juga rencananya akan dilengkapi perpustakaan, lapangan olahraga, tempat bermain anak, ruang serba guna, dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya.
"Itu kan sudah aturannya ada fasilitas begitu ya. Namun untuk konsep pembangunannya saya tidak mengetahui secara pasti, tergantung nanti yang akan membangun," ujar dia.
Saat ini, kata dia, tempat tersebut sudah beberapa kali disurvei. Selanjutnya, akan ada penandatanganan momerandum of understanding (MOU) antara Pemprov DKI dan PT Netsle.
Pantauan di lokasi, lahan tersebut terdapat di sekitar pemukiman warga. Di tengah lahan, sudah terdapat lapangan bulu tangkis. Terdapat pula bangunan berwarna hijau yang merupakan ruangan majelis taklim warga setempat. Di pinggir lahan terparkir sejumlah mobil warga.
Ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) akan dibangun di sebuah lahan di Jalan Baung III, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Namun, hingga kini lahan seluas 1.800 meter persegi itu masih dimanfaatkan warga sebagai tempat parkir.
Seorang warga, Aan (45), mengakui lahan tersebut memang sudah lama dijadikan tempat parkir. "Ini kan tanah kosong yang biasa dipakai warga. Karena memang warga di sini rata-rata enggak punya lahan parkir di rumahnya jadi parkir di sini," kata warga Kebagusan ini di lokasi, Rabu (9/9/2015).
Menurut Aan, saat siang mobil yang parkir di lahan itu memang tidak banyak, hanya sekitar 3-5 mobil. Namun, pada malam jumlahnya bisa mencapai belasan.
"Kalau siang mobilnya dipakai kerja, siang begini memang sedikit. Habis mau parkir di mana lagi, di Kebagusan City kan bayarnya per jam, mahal," ujar pemilik Toyota Avanza yang juga diparkir di lahan tersebut ini.
Warga lainnya, Akhiarudin (50), mengatakan, lahan tersebut memang menjadi andalan warga untuk memarkir kendaraan. Jika lahan itu dijadikan RPTRA, warga perlu memikirkan tempat parkir lainnya. Ia bahkan berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat menyediakannya.
Meskipun demikian, pria ini mengaku senang dengan dibangunnya RPTRA di sana. Sebab, warga akan memiliki tempat berkumpul dan memanfaatkan fasilitas yang ada.
Wajah Akhiarudin bahkan semringah ketika tahu RPTRA juga akan dilengkapi perpustakaan. "Wah saya suka itu (perpusatakaan). Semoga bisa dimanfaatkan maksimal oleh warga," ujarnya.
Camat Pasar Minggu Heryanto mengatakan, RPTRA di sana akan segera dibangun setelah momerandum of understanding (MOU) ditandatangani oleh Pemprov DKI dan pihak yang akan membangunnya lewat program corporate social responsilibily(CSR) yakni PT Nestle.
"Sudah ditinjau-tinjau, nanti kalau sudah dibangun ya enggak boleh dimanfaatkan jadi lahan parkir lagi," kata dia.
No comments:
Post a Comment