Sunday, September 6, 2015

Presiden Minta Kebakaran Hutan Diusut, Sengaja atau Tidak

Kepala Staf Presiden Teten Masduki menanggapi beredarnya kabar Komunitas Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) yang mengirim surat ke Perdana Menteri Nazib Razak dan meminta Malaysia turun tangan menangani masalah asap di Riau. Menurut Teten, saat ini pemerintah terus berusaha agar masalah tersebut cepat selesai. 

"Pemerintah sedang dan terus berusaha, Presiden sudah panggil seluruh kementerian terkait, Panglima, Kapolri dan pemerintah daerah untuk koordinasi tanggulangi asap ini," kata Teten saat akan mengantar Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Riau di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (6/9/2015).

Teten menyebut Jokowi telah meminta aparat terkait untuk terus mencari apa penyebab terjadinya kebakaran. Jika ada oknum yang melakukannya dengan sengaja, maka pelakunya akan dibawa ke ranah pidana. 

"Beliau pasti akan minta agar aparat menelusuri apakah, kebakaran ini tidak disengaja, atau ada kesengajaan, dan bukan tidak mungkin beliau akan perintahkan penegakan hukum terhadap pelaku kebakaran hutan," jelas Teten.

Tujuan Ampera meminta bantuan kepada Malaysia disebut-sebut karena pemerintah dianggap tidak mampu mengatasi masalah asap ini. Terkait kerjasama dengan Malaysia, menurut Teten, pemerintah telah berkoordinasi melalu Menter Luar Negeri Retno Lestari Marsudi. 

"Itu (koordinasi) sudah dilakukan oleh Menlu, saya kira mereka punya hubungan-hubungan diplomatik untuk koordinasi dengan masalah-masalah yang bersinggungan dengan masalah kita," tutur Teten. 

Presiden Joko Widodo hari ini melakukan kunjungan ke Palembang, Sumatera Selatan, dan melihat langsung lokasi kebakaran di sana. Tiba sekitar pukul 10.00 WIB, Jokowi langsung menerima paparan dari pemerintah daerah setempat. 

No comments:

Post a Comment