Friday, September 4, 2015

Reuni Seru Jokowi dan Ahok, Sapa Rakyat hingga Tukar Pikiran

Ahok: Ojek Mahal Loh, Kalau Nggak Ada Duit Naik Bus Saja

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Presiden Joko Widodo reunian blusukan di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (3/9).  Ternyata keduanya punya alasan memilih wilayah utara Jakarta untuk bertemu warga. 

"Sudah lama juga kita nggak kunjungin daerah sana. Itu kan daerah-daerah kumuh yang 
Ini Alasan Ahok dan Jokowi Blusukan di Cilincing Jakut
mesti kita bangunin rusun," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan  Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2015).

Jokowi dan Ahok kemarin mengunjungi 2 lokasi di Jakut yakni Semper Barat,  Cilincing dan Koja. Posisi kedua perkampungan padat penduduk ini agak jauh dari akses jalan utama dan dalam gang.

Menurut Ahok, pembangunan rusun wilayah yang sulit akses jalan utama sangat penting sebagai bagian dari antisipasi terjadinya kebakaran dan menciptakan lingkungan yang sehat. Penggantian tanah 1,5 kali dari harga NJOP pun akan dilakukan asal pemilik memilik sertifikat yang lengkap.

"Kalau ada kebakaran kita nggak masuk begitu sempit. Kalau kebakaran pasti habis. Jadi kita lagi pikirkan," sambungnya.
Reuni Seru Jokowi dan Ahok, Sapa Rakyat hingga Tukar Pikiran
Ahok menyebut prioritas pembongkaran saat ini dilakukan untuk perkampungan bantaran sungai dan waduk. Secara bertahap, penataan perkampungan akan dilakukan.

"Yang kita utamakan kan yang sungai, waduk dulu. Ya kita ada waktu diskusilah di dalam 
mobil," katanya. 

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menemani Presiden Joko Widodo blusukan di wilayah Jakarta Utara, Kamis (3/9) kemarin. Sepanjang perjalanan, mereka berdiskusi soal Light Rail Transit (LRT) dan persiapan Asian Games.

"Pak Jokowi pengen tanya-tanya soal kesiapan Asian Games, LRT, jadi sekalian," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (4/9/2015).

Ahok mengaku punya waktu cukup banyak untuk berdiskusi dengan Jokowi. Ahok memang ikut menumpang di mobil RI 1 saat datang ke Cilincing, Jakut.

Jakarta memang akan menjadi tuan rumah Asian Games tahun 2018. Sejumlah persiapan dan perbaikan sarana dan prasarana dilakukan untuk menyukseskan pesta olahraga tersebut.

Ahok meyakini pembangunan infrastruktur sarana transportasi seperti MRT Lebak Bulus-HI, LRT dan jalan layang Semanggi sudah rampung saat gelaran Asian Games dimulai.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mewawancarai lurah dan camat untuk mengisi posisi struktural di Pemprov DKI Jakarta.
Hasilnya, ia mengetahui kinerja bawahannya hingga gosip beristri dua.

"Lurah semua relatif bagus. Ada yang beberapa jelek tapi di bawah 10, saya kira," kata Ahok ketika ditanya tentang kinerja lurah dan camat di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (4/9/2015).

Menurut Ahok, pegawai yang berkinerja buruk akan dicopot. "Yang memang nakal, tidak mau ada PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum), tidak mau respons Qlue ya gampang kita coret saja," ujar Ahok.

Qlue adalah aplikasi yang dibuat agar warga Jakarta bisa langsung menyampaikan keluhan sarana di wilayahnya langsung ke lurah dan camat. Selain itu, lurah juga bertanggung jawab untuk membina PPSU.

Dengan melihat kompetensi bawahannya, Ahok menawari beberapa jabatan pamong. Namun ada juga lurah dan camat yang mengajukan pemindahan tugas.

"Ada lurah yang bilang 'Saya mau pindah ke BKD, Pak'. Saya mau beresin PNS yang nggak benar. Ada juga yang mau jadi sekcam tapi (minta) camatnya mesti dipindahin juga," kata Ahok menirukan ucapan seorang lurah.

Selain seputar kinerja, Ahok meminta masukan kepada lurah-lurah soal kinerja camat yang bagus. Ia ternyata tidak menyangka justru mendapat bocoran dari Pak Lurah.

"Pas saya tanya siapa camat yang paling bagus, ada yang bilang jangan camat itu, Pak, posnya ada dua (istrinya ada dua maksudnya)," ucap Ahok sambil tersenyum. 

No comments:

Post a Comment