"Jawabannya ya tanya Pak Ahok," kata Risma, panggilan Tri Rismaharini, sembari tersenyum di rumah dinas Walikota Surabaya, Kamis (17/9/2015).
Karena geregetan terus didesak pertanyaan yang sama, Risma tertawa lebar dan menantang balik Ahok untuk mencalonkan di Pemilihan Walikota Surabaya.
"Ahok kongkon nyalonke dadi Walikota Suroboyo. Iku lawan seimbang(Ahok suruh mencalonkan jadi Walikota Surabaya. Baru lawan seimbang)," ujarnya sambil tertawa lebar sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya.
Tidak puas dengan jawaban dengan nada bercanda, wartawan terus mencecer pertanyaan yang sama. Risma pun kembali terdiam sambil senyum-senyum dan berujar dirinya lebih memilih untuk menuntaskan kerjaan.
"Wes emboh rek. Aku tak kerjo ae gak mikir iku (Tidak tahu. Saya kerja saja tidak pikir itu)," tutup Risma.
Risma kembali maju dalam Pilwalkot Surabaya berpasangan dengan Whisnu Sakti Buana dan diusung PDIP. Pasangan Risma-Whisnu akan bertaruung dengan pasangan Raisyo-Lucy Kurniasari yang diusung Partai Demokrat dan PAN. Kedua pasangan ini masih menunggu penetapan calon dari KPU yang saat ini sedang melakukan penelitian berkas pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari.
Ahok Nilai Ridwan Kamil, Risma dan Azwar Anas Layak Maju Pilgub DKI
Meski Pilkada 2017 masih 2 tahun lagi, kini sudah mulai bermunculan nama-nama tokoh untuk menjadi cagub DKI bahkan dari kepala daerah yang masih menjabat. Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) menilai Pilgub DKI memang pantas menjadi ring bertarung para kepala daerah yang berhasil.
"Saya mendorong banyak gubernur, walikota, bupati seluruh Indonesia yang udah pernah menjabat untuk maju di DKI. Kita punya banyak putera daerah yang bagus-bagus," kata Gubernur DKI Basuki T Purnama di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015).

Ia menyebut beberapa nama kepala daerah yang kini sedang naik daun. Sebut saja Walikota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Walikota Solo FX Rudy, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah dan Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto
Ia tak menutup kemungkinan Pilkada DKI nanti akan didominasi mantan kepala daerah seperti saat ia maju bersama Jokowi di 2012 lalu. Saat ia maju, ia bersaing dengan petahana Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.
Menurutnya, seorang kepala daerah yang ingin bertarung di Jakarta pasti akan bekerja secara maksimal di daerahnya. Ia pun mengambil contoh dirinya dan Jokowi. Jokowi yang 2 kali menjabat sebagai walikota di Solo dan mengantongi sejumlah kesuksesan berpasangan dengannya yang sudah pernah teruji di Belitung Timur.
Semakin banyak kepala daerah yang ikut bertanding di Pilkada DKI, maka masyarakat Jakarta semakin memiliki banyak pilihan. Ia pun meminta masyarakat membandingkan program yang dijual para kandidat nanti dengan apa yang sudah ia lakukan selama menjabat.
"Ahok misalnya melakukan sesuatau yang biasa-biasa aja dan ada calon yang menjual program lebih hebat, kalau warga percaya jualannya, ya pilih dia. Tapi kalau orang enggak yakin, enggak ada calon lebih baik, pasti pilih saya. Warga Jakarta akan mendapat gubernur terbaik dari yang terbaik," pungkasnya.
"Saya mendorong banyak gubernur, walikota, bupati seluruh Indonesia yang udah pernah menjabat untuk maju di DKI. Kita punya banyak putera daerah yang bagus-bagus," kata Gubernur DKI Basuki T Purnama di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015).
Ia menyebut beberapa nama kepala daerah yang kini sedang naik daun. Sebut saja Walikota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Walikota Solo FX Rudy, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah dan Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto
Ia tak menutup kemungkinan Pilkada DKI nanti akan didominasi mantan kepala daerah seperti saat ia maju bersama Jokowi di 2012 lalu. Saat ia maju, ia bersaing dengan petahana Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.
Menurutnya, seorang kepala daerah yang ingin bertarung di Jakarta pasti akan bekerja secara maksimal di daerahnya. Ia pun mengambil contoh dirinya dan Jokowi. Jokowi yang 2 kali menjabat sebagai walikota di Solo dan mengantongi sejumlah kesuksesan berpasangan dengannya yang sudah pernah teruji di Belitung Timur.
Semakin banyak kepala daerah yang ikut bertanding di Pilkada DKI, maka masyarakat Jakarta semakin memiliki banyak pilihan. Ia pun meminta masyarakat membandingkan program yang dijual para kandidat nanti dengan apa yang sudah ia lakukan selama menjabat.
"Ahok misalnya melakukan sesuatau yang biasa-biasa aja dan ada calon yang menjual program lebih hebat, kalau warga percaya jualannya, ya pilih dia. Tapi kalau orang enggak yakin, enggak ada calon lebih baik, pasti pilih saya. Warga Jakarta akan mendapat gubernur terbaik dari yang terbaik," pungkasnya.
No comments:
Post a Comment