Tuesday, September 15, 2015

Wali Kota: Banyak Titik Relokasi Pedagang Pasar Karang Anyar, Pilih Saja

Wali Kota: Banyak Titik Relokasi Pedagang Pasar Karang Anyar, Pilih Saja

Proses penggusuran lapak pedagang yang berada di atas saluran air di Pasar Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, berlangsung aman dan tertib. Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede menyebut ada 236 pedagang yang direlokasi.

"Ada 236 pedagang (yang direlokasi-red). Kemudian kita sudah memberikan solusi, 123 pedagang bisa ditampung di dalam (pasar), 113 lagi memang tidak muat. Untuk yang 113 ini kami sudah memberikan daftar pasar yang bisa mereka masuki," ucap Mangara di lokasi penggusuran, Jl Karang Anyar, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2015).

Mangara menyebut lokasi pasar yang digunakan untuk relokasi itu tidak hanya berada di Jakarta Pusat tetapi ada di beberapa wilayah Ibu Kota yang lain. Mangara mengatakan nantinya pedagang dapat memilih lokasi mana yang diinginkan.

"(Lokasi relokasi) Tidak hanya di Jakarta Pusat, di Jakarta Timur pun ada di dalam daftar itu dan pada waktu itu saya sampaikan kalau Anda memilih satu dari daftar pasar ini sampaikan kepada kami akan kami berikan referensi khusus kepada kalian untuk menempati. Karena tidak benar kalau pemerintah tidak memberikan solusi, solusi sudah kita berikan solusi yang terbaik," ucapnya.

"Mereka bisa memilih. Ada Pasar Palapa, ada Pasar Rajawali, ada Pasar Timbul, terus pasar di Jakarta Timur juga ada. Jadi banyak pasar tidak hanya di Jakarta Pusat, yang di Jakarta Barat, di Jakarta Timur juga ada di dalam situ. Dia bisa milih, kurang apa lagi? Nggak kurang-kurang saya kira solusi yang diberikan," imbuhnya.

Lebih lanjut lagi, Mangara menyebut tidak ada ganti rugi berupa uang yang diberikan kepada pedagang yang menempati areal terlarang itu. 

"Oh ya enggak dong, nggak ada (ganti rugi-red), bersyukurlah mereka berpuluh-puluh tahun berdagang. Bayangkan itu saluran mungkin sepuluh tahun lebih nggak pernah dibersihkan karena nggak bisa dikuras, tahun 1994 itu terakhir dikuras, bayangkan. Dari tahun 1994 sudah 20 tahun," ujarnya. 

Mangara menjelaskan, saluran air itu akan dibuka, dikuras sehingga tak memicu banjir di masa depan. "Begitu dikuras, maka saluran ini akan mengalir ke pompa yang ada di Taman Sari. Jadi air di sini nggak bakal menggenang, mudah-mudahan nggak akan banjirlah. Makanya apa yang kita lakukan ini didukung oleh masyarakat, masyarakat yang memang penduduk Karang Anyar tadi ada 50 orang lebih yang ikut bersama kami memberikan dukungan supaya ini segera selesai," pungkas Mangara. 

No comments:

Post a Comment