Wali Kota Jakarta Pusat Manggara Pardede membantah penertiban di Pasar Karanganyar tidak sesuai kesepakatan dengan para pedagang. Kata dia, tujuan penertiban ini adalah untuk mengembalikan fungsi saluran air yang selama ini ditempati para pedagang untuk berjualan dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Penertiban PKL di atas saluran air sudah dilakukan sesuai dengan aturan. Ada sosialisasi, inventaris para pedagang dan ada SP. Ini sudah cukup lama. Pak Ahok bilang, saya pastikan besok tidak gusur, itu kan pernyataan untuk Selasa kemarin. Juga kesepakatan tidak ada penggusuran itu tidak ada," ujar Manggara di Pasar Karang Anyar, Jakarta Pusat, Rabu (16/9).
Menurut dia, proses penggusuran ini pada dasarnya sudah mau dilakukan dari sebulan yang lalu. Pemerintah lantas membatalkan rencana itu karena permintaan dari anggota DPR yang meminta warga perlu waktu untuk menyiapkan diri sebelum penertiban berlangsung.
"Sudah diundur satu bulan karena ada aspirasi ke DPR. Kami tidak gusur tapi kembalikan fungsi saluran. Tidak heran aliran tidak ada. Kita fungsikan lagi saluran itu. Coba lihat, sejak 1994 itu baru kuras terakhir," papar dia.
Setelah menunggu satu bulan, Pemkot akhirnya memutuskan untuk menertibkan bangunan liar di atas saluran air ini. Untuk para pedagang, pemkot sudah menyiapkan tempat relokasi di PD karang anyar dan pasar-pasar yang ada di DKI.
"Dari 236 PKL di sini, 123 PKL sudah siap di PD Karanganyar, 123 saya berikan daftar tempat untuk pilih. Saya berikan rekomendasi di semua pasar yang ada los kosong di seluruh DKI. Prosesnya 6 bulan pertama tanpa bayar," tandas dia.
Proses penertiban Pasar Karanganyar dikeluhkan oleh sejumlah warga. Pasalnya, apa yang telah disepakati dengan Pemprov DKI yakni mengundur proses pembongkaran kelihatannya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut salah seorang pedagang, Mamat (45), Peguyuban Pasar Karanganyar sudah menemui Pemprov DKI di Balai Kota, Senin (14/9) kemarin. Dalam pertemuan tersebut disepakati tidak akan ada penggusuran sampai tempat relokasi sudah disiapkan bagi 216 pedagang.
"Paguyuban pedagang sudah ke sana. Katanya enggak akan digusur. Diundur satu tahun dan ada relokasi dulu," ujar Mamat yang sehari-hari menjual sayur-sayuran di Pasar Karanganyar,Jakarta Pusat, Rabu (16/9).
Selain mengeluhkan cepatnya proses penertiban, Mamat juga mengeluhkan kurangnya tempat di Pasar Karanganyar. Seharusnya, kata dia, Pemprov DKI harus benar-benar memperhatikan hal ini agar pedagang tidak kebingungan mencari tempat jualan baru.
"Tempat relokasi enggak memadai. PD enggak cukup tempatnya. Ini main gusur aja," tutup dia.
Pasar Karanganyar adalah lokasi bagi pedagang yang terkena gusuran dan dibangun oleh Pemprov DKI. Posisinya bersebelahan dengan pasar baru saja digusur oleh Satpol PP. Lokasi baru ini ternyata sudah diisi oleh ratusan pedagang.
"Penertiban PKL di atas saluran air sudah dilakukan sesuai dengan aturan. Ada sosialisasi, inventaris para pedagang dan ada SP. Ini sudah cukup lama. Pak Ahok bilang, saya pastikan besok tidak gusur, itu kan pernyataan untuk Selasa kemarin. Juga kesepakatan tidak ada penggusuran itu tidak ada," ujar Manggara di Pasar Karang Anyar, Jakarta Pusat, Rabu (16/9).
Menurut dia, proses penggusuran ini pada dasarnya sudah mau dilakukan dari sebulan yang lalu. Pemerintah lantas membatalkan rencana itu karena permintaan dari anggota DPR yang meminta warga perlu waktu untuk menyiapkan diri sebelum penertiban berlangsung.
"Sudah diundur satu bulan karena ada aspirasi ke DPR. Kami tidak gusur tapi kembalikan fungsi saluran. Tidak heran aliran tidak ada. Kita fungsikan lagi saluran itu. Coba lihat, sejak 1994 itu baru kuras terakhir," papar dia.
Setelah menunggu satu bulan, Pemkot akhirnya memutuskan untuk menertibkan bangunan liar di atas saluran air ini. Untuk para pedagang, pemkot sudah menyiapkan tempat relokasi di PD karang anyar dan pasar-pasar yang ada di DKI.
"Dari 236 PKL di sini, 123 PKL sudah siap di PD Karanganyar, 123 saya berikan daftar tempat untuk pilih. Saya berikan rekomendasi di semua pasar yang ada los kosong di seluruh DKI. Prosesnya 6 bulan pertama tanpa bayar," tandas dia.
Proses penertiban Pasar Karanganyar dikeluhkan oleh sejumlah warga. Pasalnya, apa yang telah disepakati dengan Pemprov DKI yakni mengundur proses pembongkaran kelihatannya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut salah seorang pedagang, Mamat (45), Peguyuban Pasar Karanganyar sudah menemui Pemprov DKI di Balai Kota, Senin (14/9) kemarin. Dalam pertemuan tersebut disepakati tidak akan ada penggusuran sampai tempat relokasi sudah disiapkan bagi 216 pedagang.
"Paguyuban pedagang sudah ke sana. Katanya enggak akan digusur. Diundur satu tahun dan ada relokasi dulu," ujar Mamat yang sehari-hari menjual sayur-sayuran di Pasar Karanganyar,Jakarta Pusat, Rabu (16/9).
Selain mengeluhkan cepatnya proses penertiban, Mamat juga mengeluhkan kurangnya tempat di Pasar Karanganyar. Seharusnya, kata dia, Pemprov DKI harus benar-benar memperhatikan hal ini agar pedagang tidak kebingungan mencari tempat jualan baru.
"Tempat relokasi enggak memadai. PD enggak cukup tempatnya. Ini main gusur aja," tutup dia.
Pasar Karanganyar adalah lokasi bagi pedagang yang terkena gusuran dan dibangun oleh Pemprov DKI. Posisinya bersebelahan dengan pasar baru saja digusur oleh Satpol PP. Lokasi baru ini ternyata sudah diisi oleh ratusan pedagang.
No comments:
Post a Comment