“Yang kedatangan pertama ini buat Bulog, ” ujar Ahok, sapaan akrabnya, di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat, 11 Desember 2015.
Dalam pengiriman berikutnya, sapi akan diangkut oleh tujuh kapal lagi. “Gantian, berikutnya baru buat Jakarta sapinya, ” kata Ahok.
Pengiriman sapi itu merupakan lanjutan dari kerja sama yang dilakukan pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pemerintah Provinsi NTT beberapa waktu lalu. Kerja sama diteken guna menjaga stabilitas pasokan daging sapi di Ibu Kota serta membantu menyejahterakan para peternak sapi di NTT.
Pemprov DKI pun sebelumnya telah memberikan bantuan dana yang digunakan untuk pembibitan sapi sampai dengan proses distribusi. Perawatan dan pemeliharaannya dilakukan langsung oleh peternak di NTT. Adapun pembagian keuntungan dari kerja sama ini disepakati menggunakan mekanisme bagi hasil.
Sedangkan Presiden Joko Widodo menuturkan kedatangan sapi-sapi tersebut dimaksudkan untuk membantu menormalkan kembali harga daging sapi yang selama ini cenderung melambung tinggi. “Wilayah-wilayah yang punya produksi sapi juga akan terbantu dengan adanya kapal ini, ” ucapnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. [Tempo.co]
-
Dapat 350 Ekor Sapi, Ahok: Nanti Bulog Distribusikan untuk Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapat kiriman 350 ekor sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Sapi tersebut akan didistribusikan di Ibu Kota melalui Bulog.
“(Didistribusikan oleh) Bulog, Bulog. Buat Jakarta. Nanti gantian (didistribusiin Dharma Jaya),” ujar Ahok saat menemani Presiden Joko Widodo usai menyambut kedatangan kapal pengangkut ternak KM Camara Nusantara di Dermaga 107 Terminal Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (11/12/2015).
Hadir dalam kesempatan ini, Menko PMK Puan Maharani, Menhub Ignasius Jonan, Mentan Amrah Sulaiman, Menperin Saleh Husin, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Ahok berharap dengan adanya sapi-sapi ini bisa menekan inflasi harga daging di pasar.
Hal tersebut juga disampaikan oleh Presiden Jokowi. Presiden menyebut harga daging sapi nantinya memang tergantung permintaan pasar, tapi diharapkan dapat menekan harga agar tidak melambung terlalu tinggi.
“Kita enggak ngerti karena berhadapan dengan pasar. Tapi semoga bisa menormalkan harga kembali,” kata Jokowi saat jumpa pers.
Diperkirakan harga daging sapi sebelum disembelih berkisar Rp 35-37 ribu per kilogram. Kemudian setelah disembelih, harga tersebut bisa naik dua kali lipat menjadi harga rata-rata sekitar Rp 72-76 ribu per kilogram.
“Sapi sampai di kandang untuk disembelih harganya akan jatuh per kilo Rp 35-37 ribu. Kalau sudah disembelih jadi daging biasaya randomen kali 2, rata-ratanya kurang lebih Rp 72-76 ribu. Tapi itu harga rata-rata,” ujar Jokowi. [Detik.com]
No comments:
Post a Comment