Tuesday, December 22, 2015

Ahok: Ikan Mati Itu Ikut Arus, Ikan Hidup Hadapi Arus

Keputusan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kerap menjadi pro dan kontra. Mulai dari keputusannya menggusur pemukiman kumuh di bantaran Kali Ciliwung, mengandangkan bus metro mini, menarik non-tunai pada Kartu Jakarta Pintar (KJP) sampai membatasi demo. 

Di sisi lain, Basuki membutuhkan simpatik warga untuk memilihnya kembali pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.  

"Saya sering ditanya kenapa saya lebih sehat sekarang. Senang dalam hati saya sekarang mengalahkan perasaan senang pas perusahaan saya dapat untung, sekarang bahagia lebih banyak memberi daripada menerima," kata Basuki menanggapi pertanyaan seorang siswa dari Maarif Institute beberapa waktu lalu.  

Basuki mengaku tak memiliki kepentingan apapun dalam merealisasikan kebijakan. Hal itu pula yang membuat dirinya tambah sehat. 

Basuki meyakini, berbagai kebijakan yang dijalankannya juga bermanfaat bagi masyarakat lainnya. Dalam memutuskan kebijakan, Basuki mengaku mempertimbangkan besaran manfaat serta mudaratnya. 

"Enggak apa-apa saya enggak dipilih lagi (jadi Gubernur). Tapi nanti warga ingat, gara-gara Ahok (Basuki), metromini beres nih. Gara-gara Ahok, anak saya bisa sekolah nih," kata Basuki.  

Bahkan, Basuki mengaku tak jarang ditanya oleh koleganya atas berbagai kebijakan yang dikeluarkannya. Mereka bertanya mengapa mantan Bupati Belitung Timur itu kerap menambah musuh baru serta gara-gara dengan pihak lain, seperti dalam kontroversi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan warga Kampung Pulo. 

"Kalau ada arus deras, harus menyeberang atau berdiri di situ saja? Kalau saya nyeberang, kalau berdiri, sudah tidak sampai tujuan terus bisa jatuh pula karena tidak tahan. Jangan cuma bertahan, anda harus menyerang hadapi arus dan lawan arus. Ikan mati itu ikuti arus, ikan hidup hadapi arus," kata Basuki.

No comments:

Post a Comment