Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016 menjadi ajang evaluasi satuan kerja perangkat daerah (SKPD), apalagi setelah pembahasan anggaran sudah menggunakan sistem e-planning dan e-budgeting.
"Dari pembahasan anggaran, anggota DPRD bisa langsung tahu eksekutif mana yang pintar dan agak bodoh. Kelihatan kan dari sini," kata Basuki di Gedung DPRD DKI, Kamis (10/12/2015).
Basuki juga mengaku kerap diberi informasi Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi perihal SKPD mana saja yang bekerja dengan baik.
Oleh karena itu, Basuki menjadikan momen pembahasan anggaran untuk mengevaluasi kinerja pejabat DKI.
Rencananya, perombakan pejabat secara besar-besaran akan dilaksanakan pada 8 Januari 2016 mendatang.
"Makanya, saya katakan ini evaluasi kami untuk mengganti pejabat DKI sebetulnya. Melalui peristiwa ini, ketahuan kan siapa yang bisa kerja dan enggak bisa kerja," kata Basuki.
Penyisiran anggaran ini juga membuktikan eksekutif dan legislatif sama-sama bekerja. Bahkan, Basuki menjamin, APBD 2016 dialokasikan secara optimal.
"Saya mau sampaikan APBD 2016, kami eksekutif dan legislatif menjamin sangat efisien dan efektif karena kami betul-betul potong luar biasa," kata Basuki.
No comments:
Post a Comment