Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sempat menegur Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana terkait akses menuju Rusun Pulogebang yang belum diaspal.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, jalan dari gang menuju Rusun Pulogebang terlihat berliku.
Jalan tersebut juga tidak rata dan berkerikil. "Tahun depan, semua jalan tembus diselesaikan pembayarannya. Pak Wali, saya enggak mau lagi ada jalan berlubang dan semua jalan harus di-hotmix," kata Basuki saat meresmikan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Rusun Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2015).
Tak hanya itu, Basuki meminta seluruh jalan-jalan di kecamatan hingga kampung terkecil juga diaspal.
Pengaspalan, kata dia, dapat dilakukan dengan menggunakan alat berat milik Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Basuki tidak akan memberikan toleransi kepada para pejabat yang bertanggung jawab jika ada jalan yang belum diaspal.
Apalagi, menurut dia, saat ini pekerja penanganan prasarana umum (PPSU) sudah memiliki alat breaker sendiri. Para pekerja juga telah dilengkapi dengan mobil pick up merek Hilux.
"Jadi Jakarta betul-betul bersih, enggak ada toleransi lagi, semua jalan termasuk jalan-jalan di gang kecil harus diaspal dan di-hotmix," kata Basuki.
Tak hanya jalan berlubang, Basuki juga menginstruksikan Wali Kota berperan aktif menghilangkan genangan di wilayahnya.
"Tidak ada toleransi genangan air, enggak boleh ada genangan, harus dicari mampetnya di mana," ujar Basuki.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta para penghuni rusun yang tidak memiliki pekerjaan untuk melamar sebagai petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) kelurahan.
Sebab, penghuni rusun sudah memenuhi syarat untuk menjadi PPSU, yakni memiliki identitas KTP DKI.
"Saya ingin yang tinggal di rusun dan tidak punya kerjaan diutamakan direkrut menjadi PPSU atau pegawai pemerintah dengan kontrak. Jadi, tidak ada lagi pengangguran," kata Basuki saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rusun Pulogebang, Rabu (23/12/2015).
PPSU akan dibayar sebesar nilai upah minimum provinsi (UMP). Jika mengacu pada nilai UMP 2016, PPSU dibayar sekitar Rp 3,1 juta per bulan.
PPSU bertugas untuk menjaga agar lingkungan tetap bersih, seperti menyapu jalanan, membersihkan area dari sampah, dan membersihkan sungai.
Pada kesempatan itu, Basuki juga meminta pengembang yang tergabung dalam Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta untuk membangun banyak rusun.
Dengan cara tersebut, dia melanjutkan, tidak ada lagi warga Jakarta yang tinggal di permukiman kumuh.
Selain itu, Basuki menawarkan kepada warga yang memiliki lahan seluas 100 meter persegi untuk menjualnya kepada Pemprov DKI.
"Tanah itu akan kami bangun apartemen 16 lantai, dan kami akan ganti tanah Bapak-Ibu 150 meter (persegi). Kami berikan 5 unit apartemen untuk Bapak-Ibu dan sertifikat hak milik. Sisanya tetap punya kami, namanya juga bisnis," kata Basuki.
No comments:
Post a Comment