Pendapatan parkir DKI Jakarta tahun ini mencapai nilai fantastis Rp 5 miliar. Namun Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) mengatakan angka tersebut masih jauh dari target.
Dia mengatakan seharusnya DKI Jakarta masih bisa meningkatkan target menjadi Rp 1 Triliun. Hal ini berdasarkan dari kalkulasi pendapatan parkir di satu titik saja bisa mencapai Rp 12 juta semalam, apalagi Pemprov DKI Jakarta sudah menempatkan di beberapa titik mesin parkir.
"Dulu ya di Jalan Sabang sebelum kita pasang parkir meter, hanya Rp 500.000 semalam, sekarang di atas Rp 12 juta. Jadi kamu hitung saja target parkir kita bisa Rp 1 Triliun," ujar Ahok di kantor Balaikota, Jakarta, Kamis (10/12).
Melihat ini dia sangat yakin tahun depan bisa lebih baik lagi dalam pendapatan parkir. Oleh karenanya untuk menunjang parkir yang lebih efisien lagi dia juga akan menambah mesin parkir di setiap pinggir jalan nantinya.
"Kita minta produsen parkir elektronik ini, kita akan taruh di seluruh jalan. Makanya kita yakin ini akan terus (baik) mobil derek kita tambah, sebagian mobil derek kita serahkan lada BLUD parkir. Saya yakin ini akan membaik " pungkasnya.
Sebagai informasi, cara pembayaran menggunakan mesin parkir cukup sederhana. Pengguna hanya menempelkan kartu elektronik seperti Flazz BCA, Mandiri e-money, Brizzi ke mesin parkir, setelah itu pengguna tentukan jenis kendaraan.
Langkah selanjutnya masukan nomor kendaraan dan perkiraan lamanya parkir, lalu tunggu konfirmasi harga kemudian struk akan keluar dari mesin parkir sebagai bukti pembayaran.
Dia mengatakan seharusnya DKI Jakarta masih bisa meningkatkan target menjadi Rp 1 Triliun. Hal ini berdasarkan dari kalkulasi pendapatan parkir di satu titik saja bisa mencapai Rp 12 juta semalam, apalagi Pemprov DKI Jakarta sudah menempatkan di beberapa titik mesin parkir.
"Dulu ya di Jalan Sabang sebelum kita pasang parkir meter, hanya Rp 500.000 semalam, sekarang di atas Rp 12 juta. Jadi kamu hitung saja target parkir kita bisa Rp 1 Triliun," ujar Ahok di kantor Balaikota, Jakarta, Kamis (10/12).
Melihat ini dia sangat yakin tahun depan bisa lebih baik lagi dalam pendapatan parkir. Oleh karenanya untuk menunjang parkir yang lebih efisien lagi dia juga akan menambah mesin parkir di setiap pinggir jalan nantinya.
"Kita minta produsen parkir elektronik ini, kita akan taruh di seluruh jalan. Makanya kita yakin ini akan terus (baik) mobil derek kita tambah, sebagian mobil derek kita serahkan lada BLUD parkir. Saya yakin ini akan membaik " pungkasnya.
Sebagai informasi, cara pembayaran menggunakan mesin parkir cukup sederhana. Pengguna hanya menempelkan kartu elektronik seperti Flazz BCA, Mandiri e-money, Brizzi ke mesin parkir, setelah itu pengguna tentukan jenis kendaraan.
Langkah selanjutnya masukan nomor kendaraan dan perkiraan lamanya parkir, lalu tunggu konfirmasi harga kemudian struk akan keluar dari mesin parkir sebagai bukti pembayaran.
No comments:
Post a Comment