Thursday, December 24, 2015

Ahok: Sopir Metromini Digaji 2 Kali UMP, Kenapa Enggak Mau Gabung?

Sejumlah alasan dilontarkan oleh sopir metromini yang apatis dengan tawaran Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk bergabung menjadi sopir di PT Transjakarta.
Mereka tidak yakin sopir metromini yang terlanjur memiliki citra buruk, bakal diterima PT Transjakarta.
Menanggapi hal itu, Basuki balik mempertanyakan alasan mereka. Basuki kembali mengulang keuntungan yang akan diterima sopir metromini jika ingin bergabung.
"Sekarang gaji kita kasih 2 kali UMP, ada BPJS ketenagakerjaan, ada BPJS kesehatan. Jadi alasannya apa enggak mau gabung sama kami?" ujar pria yang akrab disapa Ahok ini beberapa waktu lalu.
Bahkan, Ahok juga menegaskan tidak ada persyaratan tingkatan pendidikan untuk bergabung dengan PT Transjakarta. Batasan umur juga tidak ada.
Dengan kemudahan tersebut, Ahok berpikir seharusnya sopir metromini tidak perlu ragu lagi. (Baca: Ahok: Umur 70 kalau Masih Gagah, Kenapa Enggak Boleh Jadi Sopir?)
"Kita juga sudah bilang engga ada syarat ijazah, orang bawa mobil doang kok, jadi enggak perlu pakai ijazah. Umur juga enggak dibatesin, yang penting sehat. Pelatihan kita siapkan, di Bekasi ada, di Tangerang," ujar Ahok.
Apalagi, lanjut Ahok, sopir yang dibutuhkan PT Transjakarta juga sangat banyak. Menurutnya, banyak peluang yang bisa diambil oleh sopir-sopir metromini.
Ahok menilai, seharusnya, sopir metromini tidak perlu apatis terhadap tawaran tersebut. (Baca: Ahok: Kalian Pikir, Saya Iseng Tawari Gaji 3,5 Kali UMP ke Sopir-sopir? )
"Kita enggak mau persulit. Kamu tahu enggak kita butuh berapa sopir buat 1 bus? 5 sopir loh. Karena saya maunya bus itu bisa 24 jam," ujar Ahok.

No comments:

Post a Comment