Ketika itu, temannya bertanya mengenai suka dukanya menjadi seorang gubernur.
Menjawab pertanyaan tersebut, Basuki mengungkapkan bila selama dirinya menjadi orang nomor satu di DKI lebih banyak suka citanya ketimbang duka citanya.
Dituturkannya saat itu, menjadi seorang pengusaha tidak bisa membantu banyak orang.
Berbeda dengan menjadi seorang gubernur, dirinya bisa banyak membantu orang yang memang membutuhkan.
Dirinya dapat memberikan bantuan sebesar Rp 2 triliun untuk beasiswa anak-anak yang kurang mampu.
“Anda pernah dengar konglomerat mana yang tiap tahun bagikan Rp 2 triliun untuk beasiswa? Enggak ada. Kalau pemerintah beda,” ucapnya menirukan perkataannya saat itu kepada temannya, Balai Kota, Selasa (22/12/2015).
Hal tersebut yang membuat dirinya merasa banyak suka cita saat menjadi seorang gubernur ketimbang menjadi pengusaha.
Dikatakan Ahok, ketika menjadi seorang pengusaha di Belitung Timur, perusahaannya bisa mendapat keuntungan 150 ribu USD setiap harinya.
Tetapi dengan keuntungan tersebut tidak bisa membantu banyak orang.
Lain hal saat menjadi Gubernur DKI, meski memperoleh gaji lebih rendah dirinya mengaku lima kali lipat lebih suka cita.
“Suka cita saya jadi pengusaha kalah dibandingkan suka cita saya jadi gubernur yang dapat gaji setahun kira-kira Rp 1 miliar,” ucapnya.
“Kenapa? Karena saya bisa kasih KJP Rp 2,6 triliun kepada hampir 600 ribu anak,” imbuh mantan Bupati Belitung Timur ini. [Tribunnews.com]
No comments:
Post a Comment