Monday, December 28, 2015

Diminta Gunting Pita RPTRA Meruya Utara, Ahok Malah ke Rumah Warga

KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berfoto bersama warga Meruya Utara seusai meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (29/12/2015).

Staf protokoler Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI beserta ajudan tiba-tiba berlari kecil ketika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak mengikuti arahan mereka. 

Sedianya, Basuki diminta untuk menggunting pita sebagai tanda peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Namun, Basuki justru melangkahkan kakinya ke sisi kiri panggung.  

"Eh, Bapak lewat sana, hoi. Kok malah ke sana?" kata seorang staf protokoler DKI bertanya-tanya, di RPTRA Meruya Utara, Selasa (29/12/2015).  

Basuki terlihat berjalan dengan hati-hati melintasi sisi selokan kecil yang ada di sekitar RPTRA. Ia kemudian masuk ke dalam sebuah rumah dua lantai. 

Di teras rumah itu, sudah menunggu seorang wanita paruh baya berjilbab serta dua laki-laki paruh baya. Seorang diantaranya duduk di kursi roda. Basuki menyalami dan berfoto bersama keluarga itu. 

Tampak warga sekitar bersama beberapa petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) mengerubuti Basuki. Mereka juga meminta berfoto dengan sang Gubernur. 

Pantauan Kompas.com, keluarga yang dihampiri Basuki, sejak sebelum dimulainya acara sudah menyapa mantan Bupati Belitung Timur itu dari teras rumah. 

Namun, karena usia mereka yang sudah tidak muda, mereka tidak keluar dari rumah. Selain menyapa, mereka juga melambaikan tangan kepada Basuki yang duduk di barisan paling depan bersama sang istri, Veronica Tan. 

Basuki pun membalas lambaian tangan keluarga itu. 

"Pak foto ya Pak. Nanti Pak," kata wanita paruh baya itu kepada Basuki sambil melambaikan tangannya. 

Ternyata, seusai menyampaikan sambutan, Basuki menepati janji untuk menghampiri keluarga tersebut dan berfoto bersama. 

Setelah itu, barulah Basuki meresmikan RPTRA Meruya Utara dan berkeliling di sana.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. 

Pembangunan RPTRA Meruya Utara kembali dibiayai oleh danacorporate social responsibility (CSR) perusahaan swasta. Kali ini, PT Metropolitan Kencana yang membiayai pembangunan RPTRA Meruya Utara.  

"Terima kasih untuk CSR (yang membangun RPTRA). Karena jujur saja saya terbantu dengan adanya CSR ini, kalau pakai duit kami (APBD) bisa lama dan mahal nih," kata Basuki dalam sambutannya, di RPTRA Meruya Utara, Selasa (29/12/2015).  

Tak hanya cepat rampung, Basuki mengatakan pembangunan RPTRA menggunakan biaya CSR dapat menghemat APBD. Pasalnya, lanjut dia, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait bisa mengalokasikan anggaran dengan jumlah yang sangat besar.

"Kalau sama kami, bangunnya bisa sampai Rp 3 miliar nih. Tapi karena Bapak Ibu yang memberikan CSR bisa murah (membangun RPTRA), makanya ini jadi patokan untuk lelang dan penghematan buat kami," kata Basuki. 

Presiden Direktur PT Metropolitan Kencana, Husein Wijaya Kusuma mengatakan, RPTRA Meruya Utara dibangun di atas lahan seluas 5.500 meter persegi. 

RPTRA itu dilengkapi dengan ruang serbaguna, perpustakaan, pelayanan SIM, PKK Mart, pantry, ruang laktasi, gudang, toilet, toilet bagi disabilitas. 

Kemudian lapangan mini futsal, lapangan multiguna, tempat bermain anak-anak, taman bercocok tanam, taman refleksi, ampitheater, jogging track, dan pagar keliling. 

"Kami selesaikan pembangunan RPTRA selama 2,5 bulan sejak peletakkan batu pertama oleh Ibu Veronica sejak 1 Oktober 2015 lalu," kata Husein.  

Pembangunan RPTRA Meruya Utara menghabiskan anggaran sekitar Rp 998 juta. Selain membangun di Meruya Utara, perusahaan itu juga membangun dua RPTRA di tempat lainnya. Seperti di Kembangan Selatan dan Pesanggrahan Jakarta Selatan.

No comments:

Post a Comment