Bareskrim Polri kembali menggeledah kantor Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, RJ Lino untuk mencari bukti-bukti tambahan. Saat ditemui di acara Forum BUMN, Lino enggan berkomentar mengenai penggeledahan yang dilakukan Bareskrim Polri tersebut.
"Tanya polisi saja ya," kata RJ Lino di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (10/12).
Lino mengaku akan mematuhi segala prosedur, termasuk memenuhi pemanggilan Pansus Pelindo di DPR.
"Saya kan sudah dipanggil, sudah datang," imbuhnya.
Sebelumnya, tim penyidik Bareskrim Mabes Polri kembali menggeledah kantor Direktur Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, RJ Lino.
"Iya benar (ada penggeledahan)," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Kombes Agung Setya saat dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis (10/12).
Dari informasi yang dihimpun, penggeledahan dilakukan guna menemukan barang bukti tambahan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 10 unit mobile crane di Pelindo II.
Sebelumnya, kantor Lino digeledah pada Agustus 2015 lalu. Kasus ini pertama kali ditelusuri oleh mantan Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso.
"Tanya polisi saja ya," kata RJ Lino di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (10/12).
Lino mengaku akan mematuhi segala prosedur, termasuk memenuhi pemanggilan Pansus Pelindo di DPR.
"Saya kan sudah dipanggil, sudah datang," imbuhnya.
Sebelumnya, tim penyidik Bareskrim Mabes Polri kembali menggeledah kantor Direktur Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, RJ Lino.
"Iya benar (ada penggeledahan)," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Kombes Agung Setya saat dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis (10/12).
Dari informasi yang dihimpun, penggeledahan dilakukan guna menemukan barang bukti tambahan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 10 unit mobile crane di Pelindo II.
Sebelumnya, kantor Lino digeledah pada Agustus 2015 lalu. Kasus ini pertama kali ditelusuri oleh mantan Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso.
No comments:
Post a Comment