Dalam perayaan maulid bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, majelis Rasulullah curhat soal larangan mereka berzikir di kawasan Monas. JK menilai pelaksanaan zikir bisa dilakukan dimanapun tak terikat pada satu lokasi saja.
Curhat ini disampaikan oleh Dewan Syuro Majelis Rasulullah Habib Nabil di depan ribuan jemaah yang menghadiri acara tersebut. Ia beralasan, jika zikir dilakukan di Monas, jemaah perempuan yang sedang datang bulan tak bisa ikut karena masjid adalah tempat suci.
"Jadi kami kapan bisa menggunakan Monas, betul?" tanya Habib Nabil kepada para jemaah.
"Betuull," jawab jemaah yang direspon JK dengan senyuman.
"Lebih suka di Istiqlal atau di Monas?" tanyanya lagi.
"Monas," ucap jemaah yang hadir.
Saat sambutan, JK yang mengenakan baju koko putih pun langsung menjawab permintaan itu. Menurutnya, pelaksanaan zikir bisa dilakukan dimana pun. Bisa di dalam masjid, Monas atau bahkan di rumah.
"Zikir dimana pun pasti diterima. Di Monas juga sama. Di sini tentu lebih dingin daripada di Monas," kata JK.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengundang para jurnalis makan siang bersama di Kantor Wakil Presiden. Acara ini berlangsung santai dan penuh keakraban.
Pada kesempatan itu, JK memberi jawaban kenapa dirinya rajin bicara memberikan keterangan soal berbagai isu kepada media. Apa itu?
"Wartawan ini mewakili 250 juta penduduk, kalau kita tidak baca informasi tentang apa terjadi, ketika informasi tidak sampai maka tujuan tidak akan sampai, tidak bisa ikut serta menata masa depan. Kadang walapun timbul debat-debat tapi ya itu risikonya," ujar JK kepada wartawan di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2015).
"Jadi saya tetap memberikan informasi-informasi yang baik walau ditulisannya kadang ada satu dua yang berlebihan, berkekurangan," sambungnya.
JK mengaku selama ini siap jika dimintai tanggapan oleh awak media. Bahkan dia memaklumi jika ada beberapa wartawan yang bertanya tentang isu-isu sensitif kepada dirinya.
"Saya sering bilang ke teman-teman saya bahwa saya bisa bedakan siapa wartawan dan dari mana," ucapnya.
Pada kesempatan itu, JK berharap kepada para jurnalis untuk tetap bekerja demi kepentingan bangsa dan negara. Khususnya dalam membantu menyebarkan informasi tentang kegiatan pemerintah.
Dirinya juga mengucapkan selamat bekerja kepada wartawan yang tidak lagi menempati pos di Kantor Wakil Presiden pada tahun depan.
"Selamat bekerja semuanya. Hampir sebagian dari kalian tidak di sini lagi ya di sini," ujar JK.
Wakil Presiden Jusuf Kalla merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW di masjid Istiqlal Jakarta. JK menitipkan agar kisah Nabi Muhammad tak sekedar didengar tapi juga dilaksanakan.
"Kita sudah dengar ulama bagaimana kehidupan Rasulullah. Tentang ibadah dan contoh tauladannya. Itu patut ditauladani. Ini seharusnya bukan hanya didengar tapi juga dilaksanakan," kata JK di depan ribuan jamaah yang menghadiri peringatan maulid Nabi di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (24/12/2015).
JK tiba di masjid Istiqlal sekitar 09.00 WIB dengan mengenakan baju koko berwarna putih, celana hitam dan peci. Ia pun langsung menuju panggung acara. Hadir juga dalam acara ini politisi Golkar Fadel Muhammad dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi.
Dalam sambutannya, JK mengingatkan beberapa tauladan Rasulullah yang harusnya ditiru dan dipraktekkan sehari-hari. Salah satunya yakni menjaga kekompakan dan persaudaraan.
"Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin bukan menghancurkan satu sama lain. Seharusnya yang membangun satu sama lain," sambungnya.
JK pun menyinggung soal pelaksanaan kegiatan zikir yang kerap menutup jalan. Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan keagamaan seharusnya tidak mengganggu kegiatan orang lain.
"Jangan menghalangi jalan karena pasti Rasulullah tidak pernah mengganggu orang lain," pungkasnya.
Setelah menyampaikan sambutan, JK dan seluruh jemaah membaca salawat dan ditutup dengan pembacaan Al Fatihah.
Curhat ini disampaikan oleh Dewan Syuro Majelis Rasulullah Habib Nabil di depan ribuan jemaah yang menghadiri acara tersebut. Ia beralasan, jika zikir dilakukan di Monas, jemaah perempuan yang sedang datang bulan tak bisa ikut karena masjid adalah tempat suci.
"Jadi kami kapan bisa menggunakan Monas, betul?" tanya Habib Nabil kepada para jemaah.
"Betuull," jawab jemaah yang direspon JK dengan senyuman.
"Lebih suka di Istiqlal atau di Monas?" tanyanya lagi.
"Monas," ucap jemaah yang hadir.
Saat sambutan, JK yang mengenakan baju koko putih pun langsung menjawab permintaan itu. Menurutnya, pelaksanaan zikir bisa dilakukan dimana pun. Bisa di dalam masjid, Monas atau bahkan di rumah.
"Zikir dimana pun pasti diterima. Di Monas juga sama. Di sini tentu lebih dingin daripada di Monas," kata JK.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengundang para jurnalis makan siang bersama di Kantor Wakil Presiden. Acara ini berlangsung santai dan penuh keakraban.
Pada kesempatan itu, JK memberi jawaban kenapa dirinya rajin bicara memberikan keterangan soal berbagai isu kepada media. Apa itu?
"Wartawan ini mewakili 250 juta penduduk, kalau kita tidak baca informasi tentang apa terjadi, ketika informasi tidak sampai maka tujuan tidak akan sampai, tidak bisa ikut serta menata masa depan. Kadang walapun timbul debat-debat tapi ya itu risikonya," ujar JK kepada wartawan di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2015).
"Jadi saya tetap memberikan informasi-informasi yang baik walau ditulisannya kadang ada satu dua yang berlebihan, berkekurangan," sambungnya.
JK mengaku selama ini siap jika dimintai tanggapan oleh awak media. Bahkan dia memaklumi jika ada beberapa wartawan yang bertanya tentang isu-isu sensitif kepada dirinya.
"Saya sering bilang ke teman-teman saya bahwa saya bisa bedakan siapa wartawan dan dari mana," ucapnya.
Pada kesempatan itu, JK berharap kepada para jurnalis untuk tetap bekerja demi kepentingan bangsa dan negara. Khususnya dalam membantu menyebarkan informasi tentang kegiatan pemerintah.
Dirinya juga mengucapkan selamat bekerja kepada wartawan yang tidak lagi menempati pos di Kantor Wakil Presiden pada tahun depan.
"Selamat bekerja semuanya. Hampir sebagian dari kalian tidak di sini lagi ya di sini," ujar JK.
Wakil Presiden Jusuf Kalla merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW di masjid Istiqlal Jakarta. JK menitipkan agar kisah Nabi Muhammad tak sekedar didengar tapi juga dilaksanakan.
"Kita sudah dengar ulama bagaimana kehidupan Rasulullah. Tentang ibadah dan contoh tauladannya. Itu patut ditauladani. Ini seharusnya bukan hanya didengar tapi juga dilaksanakan," kata JK di depan ribuan jamaah yang menghadiri peringatan maulid Nabi di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (24/12/2015).
JK tiba di masjid Istiqlal sekitar 09.00 WIB dengan mengenakan baju koko berwarna putih, celana hitam dan peci. Ia pun langsung menuju panggung acara. Hadir juga dalam acara ini politisi Golkar Fadel Muhammad dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi.
Dalam sambutannya, JK mengingatkan beberapa tauladan Rasulullah yang harusnya ditiru dan dipraktekkan sehari-hari. Salah satunya yakni menjaga kekompakan dan persaudaraan.
"Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin bukan menghancurkan satu sama lain. Seharusnya yang membangun satu sama lain," sambungnya.
JK pun menyinggung soal pelaksanaan kegiatan zikir yang kerap menutup jalan. Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan keagamaan seharusnya tidak mengganggu kegiatan orang lain.
"Jangan menghalangi jalan karena pasti Rasulullah tidak pernah mengganggu orang lain," pungkasnya.
Setelah menyampaikan sambutan, JK dan seluruh jemaah membaca salawat dan ditutup dengan pembacaan Al Fatihah.
No comments:
Post a Comment