Kelompok bersenjata pimpinan Din Minimi yang merupakan sempalan GAM menyerah. Ada 120 orang anggota kelompok itu yang menyerang ditambah dengan menyerahkan 15 senjata api dan 1 karung amunisi. Sejumlah tuntutan juga disampaikan dalam proses negosiasi dengan Kepala BIN Sutiyoso.
"Mereka meminta KPK di Aceh mengawasi pemerintah daerah," kata Sutiyoso kepada detikcom, Selasa (29/12/2015).
Selain itu juga, Din Minimi dan para anggotanya meminta amnesti. Sutiyoso sudah mengontak Presiden Jokowi, Menkum HAM Yasonna Laoly, dan Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin.
"Itu bisa dilakukan karena seperti yang dilakukan GAM," imbuhnya.
Sutiyoso terbang ke Aceh pada Senin (28/12). Dia ke lokasi yang berjarak tiga jam dari Kota Lhokseumawe di sana di lakukan negosiasi. Sutiyoso sempat menginap di rumah Din Minimi, hingga akhirnya tercapai kesepakatan.
Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sutiyoso terbang ke Aceh. Sutiyoso kemudian pergi ke suatu tempat yang berjarak tiga jam dari Kota Lhokseumawe. Di lokasi itu dia berdiskusi dengan bernegosiasi dengan kelompok bersenjata Din Minimi, pecahan GAM.
"Saya melakukan negosiasi dengan Din Minimi dan saya pidah ke rumah Din Minimi. Saya tidur bersama mereka dan akhirnya mendapat kesepakatan," jelas Sutiyoso saat berbincang dengan detikcom, Selasa (29/12/2015).
"Ada 15 pucuk senjata dan 1 karung amunisi," terang dia.
Menurut Sutiyoso, kelompok pimpinan Din Minimi ini bukan gerombolan, mereka kooperatif. "Mereka lari ke hutan karena kecewa dengan elite GAM. Mereka tidak pernah merampok," tegas Sutiyoso.


No comments:
Post a Comment