Saturday, December 12, 2015

Kepuasan Masyarakat terhadap Kepemimpinan Ahok Meningkat

Lembaga kajian Populi Center mengadakan survei akhir tahun mengenai kepemimpinan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Hasilnya, kepuasan masyarakat Jakarta terhadap kepemimpinan gubernur yang akrab disapa Ahok itu meningkat.

Peneliti Populi Center, Dimas Ramadhan, mengatakan survei ini melibatkan 400 responden di enam wilayah, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu. Pemilihan responden dilakukan secara bertingkat (multistage random sampling). Survei ini memiliki tingkat kesalahan 5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari jumlah itu, responden yang menjawab puas dan sangat puas dengan kinerja Ahok mencapai 63 persen. "Persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan survei pada Maret 2015 sebesar 59,5 persen," katanya di Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 12 Desember 2015.

Dimas menjelaskan, sebanyak 29,2 persen responden menyatakan tidak puas dan 2,8 persen sangat tidak puas. Hanya 5 persen responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. 

Selain kinerja Ahok, Populi Center juga mensurvei kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari hasil survei diketahui bahwa 59,8 persen responden mengaku puas dan sangat puas atas kinerja pemerintah DKI. Sedangkan yang menjawab tidak puas sebanyak 36 persen, sangat tidak puas 0,2 persen, dan yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 4 persen.

Berdasarkan hasil survei tersebut, dapat dikatakan penilaian terhadap kinerja pemerintah DKI dan kepemimpinan Ahok berbanding lurus. "Kepemimpinan Ahok dan kinerja Pemprov saling mempengaruhi," tutur Dimas. 

Lembaga kajian Populi Center menyatakan program kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang paling memuaskan selama setahun terakhir berada di bidang kesehatan. Sedangkan penanganan kemacetan dianggap sangat tidak memuaskan.

Peneliti Populi Center, Dimas Ramadhan, mengatakan 78,2 persen responden menyatakan sangat puas terhadap program kerja di bidang kesehatan. "Bidang pendidikan berada di urutan kedua dengan tingkat kepuasan sebesar 77,5 persen dan bidang sarana-prasarana jalan sebesar 64,5 persen," katanya di Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 12 Desember 2015.

Sementara itu,  penangangan kemacetan dinilai tidak memuaskan bagi 60,8 persen responden. Dua program lain yang tidak memuaskan adalah penanganan banjir dan perekonomian. Penanganan banjir dinilai tidak memuaskan oleh 57 persen responden. Sebanyak 54,8 persen responden menyatakan tidak puas terhadap program yang berkaitan dengan ekonomi.

Terdapat 14 program kerja pemerintah yang dimasukkan ke kategori selain enam bidang di atas. Program kerja tersebut adalah pemberantasan korupsi dengan tingkat kepuasan 41,9 persen, kebersihan kota dari sampah 58,2 persen, perumahan 52,5 persen, keamanan dan ketertiban 58,8 persen, reformasi birokrasi 56,8 persen, penghijauan 57 persen, transportasi umum 57,8 persen, serta perizinan terpadu satu pintu 54 persen.

Survei dilakukan terhadap 400 responden di enam wilayah, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu. Responden dipilih secara bertingkat (multistage random sampling). Survei ini memiliki tingkat kesalahan 5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.



No comments:

Post a Comment