Seorang pejalan kaki berjenis kelamin pria tertabrak bus TransJakarta di kawasan Pos Pengumben, Jakarta Barat. Menurut petugas piket Pos Polisi Pos Pengumben Ipda Danu, pria tersebut meninggal dunia di lokasi.
"Memang ada kecelakaan, pejalan kaki tertabrak bus TransJakarta," kata Ibda Danu saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (12/12/2015) sekitar pukul 20.15 WIB.
Danu belum bisa menjelaskan soal kronologi kecelakaan yang disebut menewaskan pejalan kaki tersebut, namun korban dikabarkan tewas dalam kecelakaan itu. "Kabarnya meninggal, jenis kelaminnya laki-laki," imbuhnya.
Saat ini polisi masih berada di lokasi untuk melakukan evakuasi dan pengaturan lalu lintas di salah satu perempatan sibuk di Jakarta Barat tersebut.
"Nanti saja, soalnya saat ini masih dalam penanganan Laka Lantas Kebon Jeruk," imbuh Danu.
Seorang pria berusia 70 tahun tewas akibat tertabrak bus TransJ di Jalan Panjang, Pos Pengumben, Jakarta Barat. Korban dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
"Kami belum dapat identitas korbannya, hanya saja berusia 70 tahun," kata Kasat Lantas Jakarta Barat Kompol Heri Omposung, saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (12/12/2015).
Heri menambahkan, ciri-ciri kakek malang itu mengenakan pakaian lusuh dan memakai tongkat saat berjalan di Pos Pengumben. Saat ini korban sudah dievakuasi ke RSCM.
"Posisinya tergeletak di jalur busway, dan sudah dibawa ke RSCM," sambung Heri.
Peristiwa yang terjadi pukul 20.15 WIB itu sempat membuat lalu lintas di Jalan Cendrawasih arah Permata Hijau macet. Banyak warga berkumpul di tengah jalan untuk melihat petugas mengevakuasi jenazah pria tersebut. Diduga pria tersebut tertabrak TranJ saat sedang menyeberang jalan.
Bus TransJakarta koridor 8 rute Lebak Bulus-Harmoni menabrak seorang pria berusia 70 tahun saat akan menyebrang di sekitar kawasan Pos Pengumben, Jakarta Barat. Bagaimana kronologi kecelakaan itu?
"Saat Bus PP029 melintas setelah traffic light Pos Pengumben arah Lebak Bulus, posisi lampu hijau. Tiba-tiba seorang penyeberang mendadak berlari dari sebelah kanan masuk ke jalur busway tanpa mempedulikan bus yang sedang melaju. Meskipun pengemudi sudah melakukan pengereman, namun kecelakaan tetap tidak dapat dihindari," kata Dirut Trans Jakarta Antonius Kosasih dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Sabtu (12/12/2015).
Kosasih menambahkan, untuk menghindari amukan massa bus tetap terpaksa melaju ke halte terdekat untuk mengevakuasi penumpang. Sopir dan petugas Trans Jakarta pun segera turun dan akan bertanggung jawab.
"Kita evakuasi penumpang dulu ke halte RS. Medika Permata Hijau, setelah semua turun sopir dan petugas TransJ kembali lagi ke lokasi untuk menangani penyeberang tersebut," sambung Kosasih.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh TransJ dan pihak berwenang, tidak ditemukan data pada penyeberang itu. Menurut Kosasih, kakek yang tertabak diduga seorang tunawisma dan ditengarai mengalami gangguan kejiwaan. Pihak Operator Primajasa (PP) dalam hal ini bertanggung jawab dengan membawa jenazah ke RSCM.
Atas kecelakaan tersebut, selaku manajemen manajemen PT. Transportasi Jakarta, mengimbau agar para pejalan kaki menyeberang pada tempat penyeberangan yang benar.
"Kecelakaan seperti ini sangat kami sesalkan karena seharusnya sama sekali tidak perlu terjadi, jika seluruh pihak memperhatikan keselamatan berlalu-lintas yang juga harus dipatuhi oleh para pejalan kaki," imbuhnya.
Belum diketahui lebih detail kronologi kecelakaan itu, meski ada juga informasi lain bahwa sang kakek sengaja tiduran di jalur busway, hingga ada TransJ yang keluar jalur untuk menghindari kakek tersebut.
Peristiwa itu terjadi pukul 20.15 WIB di perempatan Pos Pengumben, Jakbar. Kejadian itu sempat membuat lalu lintas di Jalan Cendrawasih arah Permata Hijau macet. Polisi menyebut ciri-ciri kakek malang itu mengenakan pakaian lusuh dan memakai tongkat saat berjalan di Pos Pengumben. Saat ini korban sudah dievakuasi ke RSCM.
"Memang ada kecelakaan, pejalan kaki tertabrak bus TransJakarta," kata Ibda Danu saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (12/12/2015) sekitar pukul 20.15 WIB.
Danu belum bisa menjelaskan soal kronologi kecelakaan yang disebut menewaskan pejalan kaki tersebut, namun korban dikabarkan tewas dalam kecelakaan itu. "Kabarnya meninggal, jenis kelaminnya laki-laki," imbuhnya.
Saat ini polisi masih berada di lokasi untuk melakukan evakuasi dan pengaturan lalu lintas di salah satu perempatan sibuk di Jakarta Barat tersebut.
"Nanti saja, soalnya saat ini masih dalam penanganan Laka Lantas Kebon Jeruk," imbuh Danu.
Seorang pria berusia 70 tahun tewas akibat tertabrak bus TransJ di Jalan Panjang, Pos Pengumben, Jakarta Barat. Korban dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
"Kami belum dapat identitas korbannya, hanya saja berusia 70 tahun," kata Kasat Lantas Jakarta Barat Kompol Heri Omposung, saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (12/12/2015).
Heri menambahkan, ciri-ciri kakek malang itu mengenakan pakaian lusuh dan memakai tongkat saat berjalan di Pos Pengumben. Saat ini korban sudah dievakuasi ke RSCM.
"Posisinya tergeletak di jalur busway, dan sudah dibawa ke RSCM," sambung Heri.
Peristiwa yang terjadi pukul 20.15 WIB itu sempat membuat lalu lintas di Jalan Cendrawasih arah Permata Hijau macet. Banyak warga berkumpul di tengah jalan untuk melihat petugas mengevakuasi jenazah pria tersebut. Diduga pria tersebut tertabrak TranJ saat sedang menyeberang jalan.
Bus TransJakarta koridor 8 rute Lebak Bulus-Harmoni menabrak seorang pria berusia 70 tahun saat akan menyebrang di sekitar kawasan Pos Pengumben, Jakarta Barat. Bagaimana kronologi kecelakaan itu?
"Saat Bus PP029 melintas setelah traffic light Pos Pengumben arah Lebak Bulus, posisi lampu hijau. Tiba-tiba seorang penyeberang mendadak berlari dari sebelah kanan masuk ke jalur busway tanpa mempedulikan bus yang sedang melaju. Meskipun pengemudi sudah melakukan pengereman, namun kecelakaan tetap tidak dapat dihindari," kata Dirut Trans Jakarta Antonius Kosasih dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Sabtu (12/12/2015).
Kosasih menambahkan, untuk menghindari amukan massa bus tetap terpaksa melaju ke halte terdekat untuk mengevakuasi penumpang. Sopir dan petugas Trans Jakarta pun segera turun dan akan bertanggung jawab.
"Kita evakuasi penumpang dulu ke halte RS. Medika Permata Hijau, setelah semua turun sopir dan petugas TransJ kembali lagi ke lokasi untuk menangani penyeberang tersebut," sambung Kosasih.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh TransJ dan pihak berwenang, tidak ditemukan data pada penyeberang itu. Menurut Kosasih, kakek yang tertabak diduga seorang tunawisma dan ditengarai mengalami gangguan kejiwaan. Pihak Operator Primajasa (PP) dalam hal ini bertanggung jawab dengan membawa jenazah ke RSCM.
Atas kecelakaan tersebut, selaku manajemen manajemen PT. Transportasi Jakarta, mengimbau agar para pejalan kaki menyeberang pada tempat penyeberangan yang benar.
"Kecelakaan seperti ini sangat kami sesalkan karena seharusnya sama sekali tidak perlu terjadi, jika seluruh pihak memperhatikan keselamatan berlalu-lintas yang juga harus dipatuhi oleh para pejalan kaki," imbuhnya.
Belum diketahui lebih detail kronologi kecelakaan itu, meski ada juga informasi lain bahwa sang kakek sengaja tiduran di jalur busway, hingga ada TransJ yang keluar jalur untuk menghindari kakek tersebut.
Peristiwa itu terjadi pukul 20.15 WIB di perempatan Pos Pengumben, Jakbar. Kejadian itu sempat membuat lalu lintas di Jalan Cendrawasih arah Permata Hijau macet. Polisi menyebut ciri-ciri kakek malang itu mengenakan pakaian lusuh dan memakai tongkat saat berjalan di Pos Pengumben. Saat ini korban sudah dievakuasi ke RSCM.
No comments:
Post a Comment