Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto tak menghadiri undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyaksikan penyerahan DIPA 2016 di Istana Negara. DIPA 2016 diserahkan kepada para menteri, kepala daerah, dan pimpinan lembaga.
Tak hadir di Istana Negara, Novanto memilih menerima perwakilan buruh di DPR. Pertemuan digelar di ruang rapat pimpinan DPR kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/12/2015).
Novanto duduk memimpin rapat bersama anggota komisi IX Rieke Diyah Pitaloka. Perwakilan buruh yang hadir berasal dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Federasi Serika Buruh Indonesia, Serikat Pekerja Pelindo II dan JICT. Pertemuan digelar terbuka untuk wartawan di lantai 3 ruang rapat pimpinan DPR.
Novanto tampak santai memimpin rapat dan relatif lebih terbuka dengan media di tengah kasusnya yang masih bergulir di MKD. Politisi Golkar itu mendengarkan dengan seksama aspirasi dari buruh terkait beberapa masalah buruh dan perusahaan.
Mulai dari masalah desakan pencabutan PP 78 tahun 2015, revisi UU Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) hingga masalah buruh di Pelindo II. Semua masukan diterima Novanto dan menyebut akan segera ditindaklanjuti.
Usai berdiskusi dengan buruh yang diakhiri dengan sesi foto, Novanto memberikan pernyataan kepada wartawan soal hasil pertemuan, termasuk dikaitkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Namun Novanto menolak wawancara atau meladeni pertanyaan wartawan termasuk soal kelanjutan proses di MKD. Dia hanya memberi pernyataan soal masukan buruh, setelah itu dia kembali ke ruang kerjanya masih di lantai III.
Sementaraitu di ruang rapatMKD sudah disiapkan untuk menggelar persidangan dengan saksiLuhutPandjaitan pukul 13.00 WIB. Pada sidang sebelumnya pukul 10.00 WIB tadi,RezaChalid tak datang.
Tak hadir di Istana Negara, Novanto memilih menerima perwakilan buruh di DPR. Pertemuan digelar di ruang rapat pimpinan DPR kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/12/2015).
Novanto duduk memimpin rapat bersama anggota komisi IX Rieke Diyah Pitaloka. Perwakilan buruh yang hadir berasal dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Federasi Serika Buruh Indonesia, Serikat Pekerja Pelindo II dan JICT. Pertemuan digelar terbuka untuk wartawan di lantai 3 ruang rapat pimpinan DPR.
Novanto tampak santai memimpin rapat dan relatif lebih terbuka dengan media di tengah kasusnya yang masih bergulir di MKD. Politisi Golkar itu mendengarkan dengan seksama aspirasi dari buruh terkait beberapa masalah buruh dan perusahaan.
Mulai dari masalah desakan pencabutan PP 78 tahun 2015, revisi UU Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) hingga masalah buruh di Pelindo II. Semua masukan diterima Novanto dan menyebut akan segera ditindaklanjuti.
Usai berdiskusi dengan buruh yang diakhiri dengan sesi foto, Novanto memberikan pernyataan kepada wartawan soal hasil pertemuan, termasuk dikaitkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Namun Novanto menolak wawancara atau meladeni pertanyaan wartawan termasuk soal kelanjutan proses di MKD. Dia hanya memberi pernyataan soal masukan buruh, setelah itu dia kembali ke ruang kerjanya masih di lantai III.
Sementaraitu di ruang rapatMKD sudah disiapkan untuk menggelar persidangan dengan saksiLuhutPandjaitan pukul 13.00 WIB. Pada sidang sebelumnya pukul 10.00 WIB tadi,RezaChalid tak datang.
No comments:
Post a Comment