Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan. Beberapa hal dibahas secara singkat, salah satunya soal revolusi mental.
Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya melaporkan soal kepengurusan baru Parmusi periode 2015-2020. "Kami laporkan bahwa Parmusi 20 orang pengurus pusat baru diterima Presiden," ujarnya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).
Usamah mengatakan, Parmusi mengapresiasi setinggi-tingginya program revolusi mental yang digaungkan Jokowi. Parmusi pun kemudian mengajukan beberapa program terkait revolusi mental.
"Revolusi Mental terutama untuk upaya pemberdayaan masyarakat desa yang mana itu adalah umat. Kami mengajukan beberapa program untuk lebih membumikan Revolusi Mental. Pertama program dakwah dalam arti bagaimana masyarakat Indonesia khususnya Islam meningkatkan ketakwaan dan akhlak mulia dan juga mengubah mindset para pemimpin Indonesia," kata Usamah.
"Dan alhamdulilah ini mendapat sambutan penuh dari Presiden karena beliau revolusi mental itu bukan soal mengucurkan dana tapi bagaimana mengubah mental dari hal-hal buruk menjadi baik," sambungnya.
Usamah menyebutkan, Presiden Jokowi mendukung program yang telah dicanangkan Parmusi, yakni akan mengirim ratusan dai (pendakwah) ke daerah-daerah terluar dan perbatasan.
"Itu Ramadan nanti. Tahap awal ada 100 dai," katanya.
Lalu, apakah dalam pertemuan itu juga dibahas soal DPR dan MKD?
"Jadi secara formal tidak. Tapi ketika kami berjalan keluar kami bicara. Tapi tidak fokus ya. Kami sampaikan langkah pemerintah memihak pada kepentingan rakyat sudah cukup baik, tinggal bagaimana pemerintah menciptakan stabilitas politik sehingga ekonomi menjadi lebih baik," jawab Usamah.
No comments:
Post a Comment