Tuesday, January 19, 2016

Cerita Ahok yang Pernah Diserang secara Rasial tentang "Singapura"

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku mendapat banyak serangan terhadap kebijakannya memindahkan warga bantaran sungai ke rumah susun. Beberapa di antaranya bahkan ada yang bernuansa rasial.
Menurut Ahok, sapaan Basuki, pernah ada seseorang yang menyebut Jakarta akan menjadi seperti Singapura jika terus menerus dipimpin Ahok.
Awalnya, Ahok cukup senang dengan pernyataan itu karena menurutnya, Singapura adalah kota yang bersih dan tertata rapi.
"Saya jawab bagus dong, berarti kita bisa setara dengan Singapore. Tapi ujungnya yang enggak enak. Kalau Jakarta seperti Singapore, ini mulai rasis nih, nanti yang tinggal cuma Cina-cina aja. Yang pribumi-pribuminya akan terlempar ke luar," kata dia saat menjadi pembicara dalam diskusi panel Kompas "Jakarta Kota Sungai", di Gedung Kompas Gramedia, Selasa (19/1/2016).
Kepada orang itu, Ahok kemudian menegaskan sejak tahun lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membebaskan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang nilai jual objek pajak (NPWP) tanahnya di bawah Rp 1 miliar.
"Nanti saya mau terapkan yang tanahnya 100 meter persegi ke bawah tidak perlu bayar PBB. Ini bertahap. Itu untuk mencegah orang ke luar," ujar dia.
Tidak hanya itu, Ahok juga menegaskan sejak era pemerintahan Gubernur Joko Widodo yang kemudian dilanjutkan oleh dirinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak pernah lagi melakukan operasi yustisi.
"Semua orang boleh datang ke Jakarta. Karena kalian akan menumpang di tempat saudaramu. Kalau tidak dapat kerja baru suruh pulang. Itu cara mengontrol urbanisasi," kata Ahok.

No comments:

Post a Comment