Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berwacana meneruskan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi siswa SMA dan SMK yang berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) se-Indonesia. Kadis Pendidikan DKI Sopan Adrianto pun memastikan hal tersebut.
"Bagi pemegang KJP yang lulus SMA dan SMK dan diterima di universitas negeri akan dibiayai sampai lulus dengan KJP," ujar Sopan saat dihubungi, Selasa (19/1/2016) malam.
"Kebijakan KJP ke depan akan ditingkatkan," imbuh dia.
Sopan menerangkan, peserta didik yang menerima KJP itu nantinya akan dibiayai hingga lulus PTN. Pendataan siswa SMA dan SMK pemegang KJP tersebut akan dilakukan mulai pertengahan 2016.
Program KJP ini dibiayai menggunakan dana pendidikan dalam APBD DKI 2016 senilai Rp 2,6 triliun. Akan tetapi, berapa besaran dana dalam KJP yang nanti diberikan belum dapat ditentukan oleh Disdik DKI karena pihaknya masih harus menghitung berapa jumlah siswa yang lolos ke PTN.
"Juli ke atas sudah mulai sosialisasikan ke siswa SMA dan SMK bahwa mereka akan dibiayai pendidikan S1 hingga selesai di universitas negeri manapun selama mereka warga DKI Jakarta," pungkasnya.
Sebelum ini, Ahok mengungkapkan dirinya ingin melanjutkan program KJP bagi siswa SMA dan SMK yang berhasil diterima di PTN. Hal ini dilakukannya agar dapat meningkatkan semangat belajar mereka.
"Tahun ini yang pintar lulus SMA, KJP-nya mau saya lanjutin sampai ke perguruan tinggi negeri supaya merek semangat," terang Ahok di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (18/1) lalu.
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyebut 47% sekolah di Ibu Kota kondisinya tidak laik. Menanggapi itu, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI akan memprioritaskan anggaran dinasnya untuk merehabilitasi sekolah.
"Anggaran akan diprioritaskan untuk rehab gedung-gedung sekolah," ujar Kadisdik DKI Sopan Adrianto saat dihubungi, Selasa (19/1/2016) malam.
"Data menunjukkan bangunan sekolah di DKI Jakarta kurang laik. Oleh karenanya kebijakan pak gubernur (mau), 2017 bangunan sekolah menjadi laik," sambungnya.
Sebelum ini dalam sambutan pembukaan program sekolah aman bencana di Balai Kota, Ahok menegaskan dirinya tidak ingin lagi ada sekolah reyot di Jakarta mulai 2016. Dia pun menugaskan Sopan untuk segera membenahi sekolah-sekolah tersebut dalam waktu dekat.
"Saya enggak mau mendengar lagi ada sekolah jelek di Jakarta. Mulai 2016 kita bangun sekolah," kata Ahok.
"Bagi pemegang KJP yang lulus SMA dan SMK dan diterima di universitas negeri akan dibiayai sampai lulus dengan KJP," ujar Sopan saat dihubungi, Selasa (19/1/2016) malam.
"Kebijakan KJP ke depan akan ditingkatkan," imbuh dia.
Sopan menerangkan, peserta didik yang menerima KJP itu nantinya akan dibiayai hingga lulus PTN. Pendataan siswa SMA dan SMK pemegang KJP tersebut akan dilakukan mulai pertengahan 2016.
Program KJP ini dibiayai menggunakan dana pendidikan dalam APBD DKI 2016 senilai Rp 2,6 triliun. Akan tetapi, berapa besaran dana dalam KJP yang nanti diberikan belum dapat ditentukan oleh Disdik DKI karena pihaknya masih harus menghitung berapa jumlah siswa yang lolos ke PTN.
"Juli ke atas sudah mulai sosialisasikan ke siswa SMA dan SMK bahwa mereka akan dibiayai pendidikan S1 hingga selesai di universitas negeri manapun selama mereka warga DKI Jakarta," pungkasnya.
Sebelum ini, Ahok mengungkapkan dirinya ingin melanjutkan program KJP bagi siswa SMA dan SMK yang berhasil diterima di PTN. Hal ini dilakukannya agar dapat meningkatkan semangat belajar mereka.
"Tahun ini yang pintar lulus SMA, KJP-nya mau saya lanjutin sampai ke perguruan tinggi negeri supaya merek semangat," terang Ahok di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (18/1) lalu.
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyebut 47% sekolah di Ibu Kota kondisinya tidak laik. Menanggapi itu, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI akan memprioritaskan anggaran dinasnya untuk merehabilitasi sekolah.
"Anggaran akan diprioritaskan untuk rehab gedung-gedung sekolah," ujar Kadisdik DKI Sopan Adrianto saat dihubungi, Selasa (19/1/2016) malam.
"Data menunjukkan bangunan sekolah di DKI Jakarta kurang laik. Oleh karenanya kebijakan pak gubernur (mau), 2017 bangunan sekolah menjadi laik," sambungnya.
Sebelum ini dalam sambutan pembukaan program sekolah aman bencana di Balai Kota, Ahok menegaskan dirinya tidak ingin lagi ada sekolah reyot di Jakarta mulai 2016. Dia pun menugaskan Sopan untuk segera membenahi sekolah-sekolah tersebut dalam waktu dekat.
"Saya enggak mau mendengar lagi ada sekolah jelek di Jakarta. Mulai 2016 kita bangun sekolah," kata Ahok.
No comments:
Post a Comment