Meski banyak diminati, ternyata beberapa masyarakat masih ada yang memiliki ketakutan saat membeli aksesori polisi dengan merek dagang "Turn Back Crime" (TBC).
"Ada yang takut. Dia bilang, bagaimana kalau ada yang pakai kaus TBC dan ngaku-ngaku polisi," kata staf Direktorat Reserse Kriminal Umum, Putri Oktavia, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/1/2016).
Maka dari itu, Putri melanjutkan, pihaknya menjual kaus tidak bertuliskan kata "polisi" di bagian belakang kaus yang dijual kepada masyarakat.
"Kalau ke masyarakat itu, kami jual yang tulisannya 'police' atau polos alias enggak ada tulisan apa pun. Nah, buat anggota, tulisannya 'polisi'," kata Putri.
Meski begitu, Putri mengaku, pihaknya tak bisa mengontrol jika ada masyarakat yang juga menjual kaus serupa di tempat-tempat lain.
TBC merupakan brand yang dikenakan oleh anggota reserse Polda Metro Jaya dalam berbagai kegiatan. Salah satunya saat mereka menangani kasus ledakan bom di dekat Sarinah, beberapa waktu lalu.
Merek dagang"Turn Back Crime" ini sudah diluncurkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, sejak November 2015 lalu.
Saat peluncuran, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian menyampaikan bahwa merek dagang ini merupakan bentuk penularan semangat memberantas kejahatan bersama masyarakat.
Harapannya, masyarakat membantu tugas kepolisian, seperti ikut melaporkan tindak kejahatan yang dialami atau diketahui.
No comments:
Post a Comment