Lurah Kartini yang baru, Samuel, mengatakan presensi atau kehadiran merupakan kewajiban seorang pegawai negeri sipil (PNS).
Karena itu, Samuel berpendapat sesibuk-sibuknya seorang PNS melakukan kegiatan lapangan, ia harus tetap ke kantor.
"Karena sudah kewajiban, ya harus," kata Samuel kepadaKompas.com, di Kantor Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2016).
Samuel merupakan mantan Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Mangga Dua Selatan. Ia diangkat menjadi Lurah Kartini setelah pejabat yang lama, Leo Tantino, dicopot karena diduga memalsukan presensi.
Di sisi lain, para PNS di Kantor Kelurahan Kartini menyebut Leo cukup rajin turun ke lapangan.
Situasi inilah yang disebutnya menjadi penyebab menjadi penyebab dirinya tidak melakukan presensi.
Agar tidak mengalami hal yang sama dengan Leo, Samuel berjanji ke depannya akan selalu menyempatkan diri melakukan presensi di kantor.
"Kalaupun lagi sibuk turun ke lapangan, ya luas kelurahan di Jakarta seberapa sih. Naik motor dari ujung ke ujung 5 menit selesai," ujar dia.
Saat dikonfirmasi, Leo mengatakan pemalsuan serupa juga dilakukan oleh pejabat lain setingkat lurah maupun camat di lingkungan Pemkot Jakarta Pusat. Karena itu, tidak ingin disalahkan sendirian.
Karena itu, Samuel berpendapat sesibuk-sibuknya seorang PNS melakukan kegiatan lapangan, ia harus tetap ke kantor.
"Karena sudah kewajiban, ya harus," kata Samuel kepadaKompas.com, di Kantor Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2016).
Samuel merupakan mantan Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Mangga Dua Selatan. Ia diangkat menjadi Lurah Kartini setelah pejabat yang lama, Leo Tantino, dicopot karena diduga memalsukan presensi.
Di sisi lain, para PNS di Kantor Kelurahan Kartini menyebut Leo cukup rajin turun ke lapangan.
Situasi inilah yang disebutnya menjadi penyebab menjadi penyebab dirinya tidak melakukan presensi.
Agar tidak mengalami hal yang sama dengan Leo, Samuel berjanji ke depannya akan selalu menyempatkan diri melakukan presensi di kantor.
"Kalaupun lagi sibuk turun ke lapangan, ya luas kelurahan di Jakarta seberapa sih. Naik motor dari ujung ke ujung 5 menit selesai," ujar dia.
Saat dikonfirmasi, Leo mengatakan pemalsuan serupa juga dilakukan oleh pejabat lain setingkat lurah maupun camat di lingkungan Pemkot Jakarta Pusat. Karena itu, tidak ingin disalahkan sendirian.
No comments:
Post a Comment