Wednesday, January 20, 2016

Menurut Ahok, Penggerebekan Narkoba di Berlan Berawal dari Temuan Saat Razia Rumah Kos

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, penggerebekan bandar narkoba di Jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta Timur, berawal dari razia rumah kos di sana.

Dalam razia itu ditemukan indikasi penggunaan narkoba oleh warga. (Baca: Warga Dekat Kompleks Berlan Sudah Lama Resah akan Aktivitas Terkait Narkoba di Lingkungannya)

"Maka kami minta polisi untuk menangkap," kata Basuki seusai peresmian ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Duri Pulo, Jakarta, Rabu (20/1/2016). 

Basuki mengaku tidak menyangka apabila sekelompok orang tak dikenal tiba-tiba menyerang polisi yang melakukan penggerebekan di lokasi tersebut. 

Menurut Basuki, saat itu polisi tidak siap menghadapi warga, apalagi yang tidak membawa senjata.

"Tetapi, dengan pengalaman seperti ini, saya kira Polda akan melengkapi anggotanya dengan senjata yang lengkap," ujar Basuki.

Basuki juga berjanji akan menelusuri pihak-pihak yang berkaitan dengan penyerangan polisi.

"Mesti dicek, jangan-jangan oknum RT atau RW-nya ada juga yang terlibat enggak? Masak kamu enggak tahu di situ ada main sabu-sabu atau narkoba," kata Basuki.

Dalam penggerebekan di Kampung Berlan, Senin (18/1/2016), polisi dikeroyok sejumlah orang tak dikenal. Dua polisi terjun ke Sungai Ciliwung karena dikeroyok.

Dua polisi itu adalah Kepala Unit Narkoba Polsek Metro Senen Iptu Haryadi Prabowo dan Bripka Taufik. Haryadi selamat dalam peristiwa itu, tetapi Taufik tidak ditemukan.

Jenazah Taufik ditemukan pada Selasa (19/1/2016) di tiang jembatan penyeberangan orang di aliran Sungai Ciliwung.

Selain Taufik, seorang informan polisi yang ikut dalam penggerebekan tersebut juga tewas. (Baca: Seruan Provokator Serang Polisi Bermula dari Rumah Mami Y di Berlan)

No comments:

Post a Comment