Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik menyebut program Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) yang banyak diresmikan Gubernur Basuki T Purnama (Ahok) sebagai pencitraan jelang Pilgub DKI. Merespon hal itu, Ahok menantang balik.
Taufik melihat program RPTRA dengan target 150 lokasi di 2016 itu belum terlihat manfaatnya. Taufik merupakan politisi Partai Gerindra yang juga masuk sebagai bakal calon gubernur DKI 2017 dari partainya.
"Itu mah kampanye buat Pilkada DKI 2017. Mana tujuannya sebagai ruang sosialisasi warga? Belum terlihat tujuannya, malah dijadikan orang pacaran. Apalagi belakangan ini banyak teroris di pemukiman," kata Taufik di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (21/1/2016) kemarin.
Ahok mendengar komentar Taufik itu. Dia merespon penilaian Taufik dengan sebuah tantangan balik, yakni berlaga di Pilgub DKI 2017.
"Orang enggak bisa bersaing ya begitu. Saya juga berharap dia mencalonkan gubernur deh. Aku juga pengin lihat orang Jakarta pilih Ahok atau pilih Taufik. Nyebelin (menyebalkan) juga lama-lama itu orang," tutur Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (22/1/2016).
Bila program RPTRA memang benar sebagai pencitraan, maka semua program Pemprov DKI juga bisa dinilai pencitraan. Menurut Ahok itu tidak masuk akal. Soalnya, program Pemprov DKI adalah praktik dari visi Gubernur yang harus dilaksanakan.
"Aduh si Taufik itu ketakutan. Takut kalah?" kata Ahok.
No comments:
Post a Comment