Para pengungsi eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) bergotong royong membersihkan ruang auditorium Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (25/1/2016).
Mereka ditampung di panti sosial itu setelah dipulangkan dari Mempawah, Kalimantan Barat, sejak Sabtu (23/1/2016).
Pantauan Kompas.com, orang-orang dewasa membersihkan karpet dan lantai sedangkan anak-anak sedang bermain.
Diiringi canda tawa anak anak tersebut bermain bola yang disediakan oleh pihak panti. Hal tersebut ditujukan agar para anak anak tidak merasa bosan.
Menurut seorang pengungsi eks Gafatar yang tidak mau namanya disebut, mereka membersihkan auditorium agar tidak jenuh.
"Biar enggak bosan aja, Mas, soalnya kita kan terbiasa beraktivitas di sana (Kalimantan)," ujarnya kepada Kompas.com.
Mereka juga menuturkan tidak merasa stres saat berada di pengungsian ini. "Enggak stres berada disini, kita pasrah saja," tutupnya.
Sebanyak 118 dari 568 orang anggota Gafatar kini ditempatkan di Panti sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.
Mereka ditampung di panti sosial itu setelah dipulangkan dari Mempawah, Kalimantan Barat, sejak Sabtu (23/1/2016).
Pantauan Kompas.com, orang-orang dewasa membersihkan karpet dan lantai sedangkan anak-anak sedang bermain.
Diiringi canda tawa anak anak tersebut bermain bola yang disediakan oleh pihak panti. Hal tersebut ditujukan agar para anak anak tidak merasa bosan.
Menurut seorang pengungsi eks Gafatar yang tidak mau namanya disebut, mereka membersihkan auditorium agar tidak jenuh.
"Biar enggak bosan aja, Mas, soalnya kita kan terbiasa beraktivitas di sana (Kalimantan)," ujarnya kepada Kompas.com.
Mereka juga menuturkan tidak merasa stres saat berada di pengungsian ini. "Enggak stres berada disini, kita pasrah saja," tutupnya.
Sebanyak 118 dari 568 orang anggota Gafatar kini ditempatkan di Panti sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) bukan termasuk teroris.
Menurut Basuki, Gafatar merupakan sekelompok orang yang menganut ajaran tentang ketuhanan yang menyimpang.
"Jadi masyarakat jangan menganggap mereka sejenis teroris. Mereka orang orang cinta damai, enggak ada unsur macam-macam sebetulnya, hanya konsep pemahaman saja kan yang perlu diluruskan," kata Basuki, di Balai Kota, Senin, (25/1/2016).
Sebanyak 113 eks pengikut Gafatar kini ditampung di Panti Sosial Cipayung, Jakarta Timur.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia untuk menyembuhkan trauma para eks pengikut Gafatar. Serta memberi pemahaman ajaran ketuhanan yang benar.
Menurut Basuki, Gafatar merupakan sekelompok orang yang menganut ajaran tentang ketuhanan yang menyimpang.
"Jadi masyarakat jangan menganggap mereka sejenis teroris. Mereka orang orang cinta damai, enggak ada unsur macam-macam sebetulnya, hanya konsep pemahaman saja kan yang perlu diluruskan," kata Basuki, di Balai Kota, Senin, (25/1/2016).
Sebanyak 113 eks pengikut Gafatar kini ditampung di Panti Sosial Cipayung, Jakarta Timur.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia untuk menyembuhkan trauma para eks pengikut Gafatar. Serta memberi pemahaman ajaran ketuhanan yang benar.
"Ya koordinasilah kalau menurut saya. (Gafatar) ini kan kaya ajaran bangsa Yahudi dulu yang lagi menunggu Mesias. Jadi ya saya kira koordinasi itu harus diluruskan saja, bahwa Mesiah sudah datang," kata Basuki.
Para eks pengikut Gafatar ini akan menjalani beberapa kegiatan, seperti konseling dan ceramah-ceramah agama.
Para eks pengikut Gafatar ini akan menjalani beberapa kegiatan, seperti konseling dan ceramah-ceramah agama.
No comments:
Post a Comment