Tuesday, February 9, 2016

Ahok Harap Warga Kelas Menengah Tak Betah Tinggal di Rusun

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berharap warga kelas menengah tidak betah tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Sedianya, rusun itu diperuntukkan bagi warga berpenghasilan Rp 2-3 juta tiap bulannya. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta meningkatkan standar, menjadi Rp 5 juta tiap bulannya. 

"Masuk akal enggak kalau kamu punya mobil, tapi penghasilan kamu Rp 5 juta per bulan? Enggak masuk akal kan," kata Basuki, di Balai Kota, Selasa (9/2/2016). 

Hal ini menanggapi protes penghuni atas razia parkir liar di Rusunawa Marunda, Senin (8/2/2016) kemarin. 

Basuki mengatakan, rusun memang dibangun tidak dilengkapi dengan lahan parkir. Pembangunan rusun yang dilengkapi dengan lift membuat warga kelas menengah senang menetap di sana. 

"Makanya kalau razia seperti ini, kami harapkan warga kelas menengah enggak nyaman. Sama seperti apartemen di Jakarta, kalau enggak ada parkiran mobil kan kurang laku. Nah sama konsepnya," kata Basuki. 

Di sisi lain, ia menegaskan akan memasang rambu lalu lintas di semua rusun. 

"Kalau enggak ada parkir mobil, kamu nyaman enggak tinggal di situ? Nanti dia enggak tahan, juga pergi sendiri. Kalau dia ngotot gugat kita, ketahuan dia punya mobil, bakal kami usir juga," ujar Basuki.

No comments:

Post a Comment