Jokowi sukses menang Pilpres 2014 tak lama setelah berkantor di Balai Kota DKI Jakarta. Apakah Gubernur DKI Jakarta terpilih tahun 2017 mendatang juga akan melanjutkan 'karier' ke Pilpres 2019?
Isu tersebut semakin memanas menjelang Pilgub DKI. Salah seorang bakal cagub DKI bahkan blak-blakan soal rencananya maju Pilpres 2019.
"Ada pertanyaan Anda ingin maju Pilpres ya, ya pada 2019. Tapi kalau harus didahului dengan DKI tak apa," kata Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra yang sudah menyatakan siap head to head melawan Ahok di Pilgub DKI, kepada wartawan di sela-sela launching bukunya di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (6/2/2016).
Yang menarik, Yusril juga menyebut Ahok mengincar hal yang sama. "Saya pikir Pak Ahok juga akan sana. Kalau 2017 Pak Ahok memenangkan Pilkada DKI, beliau kemungkinan maju ke presiden," ungkap Yusril.
Selama ini perihal rencana Ahok ke Pilpres memang baru rumor semata. Bahkan beberapa orang mulai menduga-duga Ahok akan berpasangan dengan Jokowi di Pilpres 2019. Namun Pilpres 2019 masih jauh, lebih baik saat ini semua pihak mendorong pemerintahan Jokowi-JK semakin efektif dalam pembangunan nasional.
Berdasarkan hasil survei Lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pada akhir tahun 2015, jika pilpres digelar hari ini Jokowi masih teratas. Namun Ahok sudah menyodok ke posisi tiga besar. Jokowi menang dengan persentase 36,1 persen. Di bawah Jokowi, ada nama Prabowo Subianto sebesar 28,0 persen. Selain itu ada nama Gubernur DKI Basuki T Purnama di urutan ke tiga dengan persentase 4,9 persen.
"Ahok dianggap publik menjadi wajah baru masa depan yang bersih. Itulah mengapa dia ada di urutan ketiga," kata peneliti CSIS Arya Fernandes dalam jumpa pers Setahun Pasca Pilpres 2014 di hotel Century Park, Senayan, Minggu (25/10/2015).
Namun demikian Ahok masih ingin fokus di DKI, apalagi tak lama lagi dia harus bersiap menghadapi Pilgub DKI, kali ini sebagai cagub.
"Nomor tiga? Presiden cuma satu kok, kamu ribut amat sih. Orang survei itu cuma ngomong jauh banget, ngapain pusing," ujar Ahok saat diminta tanggapan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2015).
Isu tersebut semakin memanas menjelang Pilgub DKI. Salah seorang bakal cagub DKI bahkan blak-blakan soal rencananya maju Pilpres 2019.
"Ada pertanyaan Anda ingin maju Pilpres ya, ya pada 2019. Tapi kalau harus didahului dengan DKI tak apa," kata Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra yang sudah menyatakan siap head to head melawan Ahok di Pilgub DKI, kepada wartawan di sela-sela launching bukunya di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (6/2/2016).
Yang menarik, Yusril juga menyebut Ahok mengincar hal yang sama. "Saya pikir Pak Ahok juga akan sana. Kalau 2017 Pak Ahok memenangkan Pilkada DKI, beliau kemungkinan maju ke presiden," ungkap Yusril.
Selama ini perihal rencana Ahok ke Pilpres memang baru rumor semata. Bahkan beberapa orang mulai menduga-duga Ahok akan berpasangan dengan Jokowi di Pilpres 2019. Namun Pilpres 2019 masih jauh, lebih baik saat ini semua pihak mendorong pemerintahan Jokowi-JK semakin efektif dalam pembangunan nasional.
Berdasarkan hasil survei Lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pada akhir tahun 2015, jika pilpres digelar hari ini Jokowi masih teratas. Namun Ahok sudah menyodok ke posisi tiga besar. Jokowi menang dengan persentase 36,1 persen. Di bawah Jokowi, ada nama Prabowo Subianto sebesar 28,0 persen. Selain itu ada nama Gubernur DKI Basuki T Purnama di urutan ke tiga dengan persentase 4,9 persen.
"Ahok dianggap publik menjadi wajah baru masa depan yang bersih. Itulah mengapa dia ada di urutan ketiga," kata peneliti CSIS Arya Fernandes dalam jumpa pers Setahun Pasca Pilpres 2014 di hotel Century Park, Senayan, Minggu (25/10/2015).
Namun demikian Ahok masih ingin fokus di DKI, apalagi tak lama lagi dia harus bersiap menghadapi Pilgub DKI, kali ini sebagai cagub.
"Nomor tiga? Presiden cuma satu kok, kamu ribut amat sih. Orang survei itu cuma ngomong jauh banget, ngapain pusing," ujar Ahok saat diminta tanggapan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2015).
No comments:
Post a Comment