Tuesday, February 9, 2016

Ini Penyebab Terlambatnya Pembayaran Honor PHL di Waduk Ria Rio

KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES
Kondisi area ruang terbuka hijau di pinggir Waduk Ria Rio, Jakarta Timur, Rabu (4/2/2015). Area yang dulu sempat menjadi kawasan padat penduduk ini sekarang sudah berubah menjadi area taman kota.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan, keterlambatan pembayaran honor petugas harian lepas (PHL) di Waduk Ria Rio merupakan dampak dari belum cairnya alokasi anggaran untuk honor PHL. 

Menurut Teguh, masalah tersebut tidak hanya terjadi instansinya, tetapi juga di instansi-instansi lainnya yang ada di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Anggarannya kan belum cair. Semua juga begitu kok," kata dia saat dihubungi, Selasa (9/2/2016). 

Meski demikian, Teguh menjanjikan alokasi anggaran honor PHL sudah bisa dicairkan pada pekan ini. 

"Minggu ini udah dibayarkan kok," ujar dia.

Sebelumnya, puluhan PHL Dinas Tata Air di unit satgas banjir dan operator alat berat di kawasan Waduk Ria Rio dan sekitarnya mengeluhkan honor mereka yang belum turun. 

[Baca: PHL Waduk Ria Rio: Kalau Ada Nomor HP Pak Gubernur, Saya Mau Lapor...]

Mic (27), salah seorang PHL satgas banjir, menuturkan, biasanya honor PHL dibayarkan setiap tanggal 5. Namun, honor bulan Januari belum dibayarkan hingga hari ini. 

Padahal, kata Mic, uang tersebut sangat dibutuhkan untuk kebutuhan hidupnya.

"Utang sudah banyak di warung-warung, tetapi honor belum turun juga. Kalau ada nomor HP Pak Gubernur, saya mau melapor," ujar Mic. 

Di sekitar waduk ini terdapat 40 anggota satgas dan empat operator alat berat. 

Selama bertugas, mereka mengandalkan tanaman tebu yang tumbuh di bantaran waduk untuk menghilangkan haus. Ketika lapar, mereka memancing ikan untuk dibakar dan disantap di lokasi.

jika haus, mereka hanya mengandalkan tanaman tebu yang tumbuh di bantaran waduk. Jika lapar, mereka memancing ikan untuk dibakar dan disantap di lokasi.

No comments:

Post a Comment