Thursday, February 4, 2016

PKS Terbuka Dukung Yusril di Pilgub DKI, Hidayat: Dia Tegas dan Bersih

Yusril Ihza Mahendra menyatakan siap maju bersaing di ajang Pemilihan Gubernur DKI 2017. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan partainya membuka kemungkinan peluang terhadap sosok Yusril.

Namun, tentunya penentuan ini dikembalikan ke internal partai.

"Bisa saja. Semuanya terbuka. Nanti pada akhirnya survei terakhir dengan kader-kader kita. Bagaimana mereka merasa paling nyaman. Dan, kalau Pak Yusril serius, perlu juga mendeklarasikan diri komentar beliau untuk maju," ujar Hidayat di gedung DPR, Senayan, Jumat (5/2/2016).

Dia menekankan partainya terbuka terhadap sosok dari luar partai seperti Yusril. Sejauh ini, sudah ada sosok eksternal luar partai yang masih dalam tahapan survei seperti Ridwan Kamil dan Adhyaksa Dault.

Secara syarat, diakui Hidayat, partainya mesti berkoalisi dengan partai lain di Pilgub DKI.

"Makanya mesti berkoalisi dengan partai lain. Makanya kami welcome-welcome saja dengan tokoh lain yang menyatakan maju seperti Pak Yusril, proses masih berjalan. Kita berharap bisa menghasilkan kompetisi yang berkualitas, karena DKI adalah barometer negara," tuturnya.

Lanjutnya, sosok Yusril dinilai punya kapasitas untuk bersaing dengan incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Yusril punya ketegasan, profesional, serta pengalaman di bidang birokrasi. Selain itu, mantan Menteri Kehakiman itu juga sosok yang bersih dalam kasus hukum.

"Jakarta butuh ketegasan, Pak Yusril tokoh yang tegas juga, soal profesionalitas pak Yusril juga profesional. Soal birokrasi, Pak Yusril juga punya pengalaman di birokrasi. Pak Yusril juga bersih dan tak pernah tersangkut korupsi," tuturnya.

Yusril Ihza Mahendra mulai bergerilya menatap Pilgub DKI tahun 2017 mendatang. Bagi Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Yusril punya modal cukup kuat untuk maju Pilgub DKI.

"Kalau cukup modal pastilah sangat cukup. Pak Yusril tokoh nasional, pengalaman panjang di birokrasi dan pemerintahan, pernah jadi Mensesneg, Menteri Kehakiman, ketua umum partai, kepiawaian beliau dalam bidang hukum sangatlah diperhitungkan," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (4/2/2016).

Hidayat juga menyebut ada semacam modal moral yang lebih besar yakni kemenangan kakak Yusril, Yuslih IB, di Pilkada Belitung Timur mengalahkan adik Ahok, Basuri Tjahaja Purnama.

"Kakak beliau mengalahkan adik Ahok. itu mungkin juga tambahan modal moral spiritual," kata Hidayat.

"Secara prinsip beliau punya modal dan kans untuk maju di Pilgub DKI , dan itu suatu alternatif yang akan meramaikan," kata Hidayat yang pernah maju sebagai cagub DKI tahun 2012 silam ini.

Namun menurut Hidayat PKS belum mengambil keputusan soal cagub DKI. PKS punya sejumlah nama dari internal dan eksternal untuk diusung di Pilgub DKI.

"Dari internal antara laian Pak Nurmahmudi Ismail, Pak Suswono, Bang Sani, eksternal antara lain Pak Adhyaksa Adault, paling populer Pak Ridwan Kamil. Itu nama-namanya, tentu belum final karena semua proses belum dilakukan. PKS sendiri kami tidak bisa mengusung sendiri jadi kami harus berkoalisi mengusung calon gubernur dan wagub DKI," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment