Tak hanya kritik, pujian pun dilontarkan Sandiaga Uno untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pria 46 tahun yang sudah menyatakan kesiapannya menjadi calon Gubernur DKI ini menilai Ahok sebagai calon gubernur terkuat.
Sandiaga juga memuji hasil kerja Ahok yang sudah terbukti dan dirasakan warga Ibu Kota. "Dan saya percaya Ahok punya jejak rekam yang cukup mumpuni," kata Sandiaga di Kantor DPC Partai Gerindra Jakarta Utara, Sabtu (6/2/2016).
Salah satu inovasi Ahok yang tampak yakni gerakan reformasi birokrasi di jajaran Pemprov DKI. Seperti diketahui, selama ini Ahok memang kerap merombak jajaran birokrat di lingkungan Pemprov DKI.
Mereka yang dicopot dan diganti dari yang kinerjanya tak sesuai perencanaan hingga mereka yang terlibat korupsi.
Inovasi tersebut dipandang langkah yang tepat. Kendati demikian, Sandiaga menilai Ahok tidak bisa terus-terusan merombak jajarannya.
"Ahok memulai dengan bagus, big bang. Semua sadar, tapi, tidak bisa big bang terus-terusan. Semua harus kerja dan harmonis, kalau beliau serius dan mau mencapai penyerapan," tuturnya.
Dengan reformasi birokrasi yang menjunjung semangat anti korupsi, diakui Sandiaga, Ahok menciptakan pemerintahan yang bersih. Namun demikian, perombakan yang kerap dilakukan dinilai bisa berdampak pada penyerapan anggaran yang minim.
"Apa yang dilakukan gubenur sudah benar, anti korupsi dan birokrasi diperbaiki. Kalau sistem penyerapan tidak berjalan, ini pelru pemikiran ulang," tuturnya.
Sandiaga pun melihat ada strategi pendekatan yang perlu diterapkan. Pendekatan dunia usaha dan mengubah mindset dari birokrat bisa diterapkan.
"Kultur kita baik sebenarnya, gotong royong. Kalau mereka disentuh hatinya, saya yakin akan meningkatkan efektifvitas dan penyerapan," tuturnya.
Perihal keinginannya memimpin DKI, Sandiaga menyebut hal tersebut didorong oleh rasa ingin mengabdi kepada negara. Selain itu, ia juga diusung berdasarkan hasil rapat Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra.
"Saya tertarik karena tawarannya itu turun ke bawah. Bukan untuk meningkatkan survei. Saya mau ke bawah dan menyapa konstituen. Ini yang akhirnya saya bilang, 'Bismillah', mari kita melangkah," ucapnya.
No comments:
Post a Comment