Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra Sandiaga Uno menilai DKI Jakarta masih memiliki masalah selama dipimpin Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pria yang menyatakan diri siap jadi Gubernur DKI Jakarta ini menyorot dua garis besar masalah.
Persoalan itu, kata Sandiaga, terangkum saat dirinya menemui warga kalangan ekonomi bawah.
"Dari situ kita menangkap, apa sih yang dirasakan konsitituen dan perencanaan seperti apa level di bawah? Apa sih solusi yang bisa ditawarkan?," kata Sandiaga saat perayaan ulang tahun Partai Gerindra di Kantor DPC Partai Gerindra Jakarta Utara, Sabtu, (6/2/2016).
Menurut dia, selama dipimpin Ahok, Jakarta memang mengalami kemajuan. Namun demikian, ada masalah-masalah yang belum tersentuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama ini.
Masalah pertama yang dilihat Sandiaga yakni ketersediaan lapangan kerja yang masih minim. Minimnya lapangan kerja, menurutnya, sangat berdampak ke perekonomian DKI.
Dia juga melihat tingginya harga bahan pokok yang menyebabkan masyarakat sulit menjangkau. Tidak hanya masyarakat, masalah tersebut juga berdampak kepada penjual di pasar-pasar tradisional.
"Naik turunnya (harga bahan pokok) dirasa betul dan mereka banyak yang berhenti berjualan," tuturnya.
Selain dua masalah yang diungkap di atas, masalah lainnya merupakan masalah yang sudah menjangkit di Ibu Kota, yakni banjir dan kemacetan. Masalah-masalah di atas, ia melihat karena Pemprov DKI hanya fokus dalam infrastruktur-infrastruktur besar.
"Kita fokus infrastruktu besar tapi kesenjangan makin melebar. Masa pembangun kita hanya untuk ke atas? Masa kami kami saja yang merasakan (perubahan)?. Ini jadi kekhawatiran, begitu ekonomi kita tidak mampu naik lebih cepat," ucapnya.
Sandiaga juga tidak ingin pekerjaan turun ke bawahnya terlalu dibesar-besarkan. Ia ingin bekerja dalam sepi.
"Kita bersahabat dengan sepi, kalo sepi kita bisa dengar rakyat, turun lah denger rakyat. Jadi, kita berangkat dalam kesendirian dan sepi ini bisa dengar yang lebih jernih. Tidak usah gaduh, kita tidak mau mendramatisir keadaan sekarang. Murni saat nya turun ke bawah," paparnya.
No comments:
Post a Comment