Saturday, February 6, 2016

SBY Minta Warga Aceh Jauhi Konflik dan Teladani Sifat Nabi

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau agar warga Aceh meneladani sifat Nabi Muhammad SAW. Salah satu sifat nabi yang harus dicontoh, menurut SBY adalah menjaga silaturahmi dan kedamaian.

Hal itu dikatakan SBY saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama masyarakat Aceh se-Jabodetabek. Acara yang digagas oleh Yayasan Sirajul Mudhi Al-Aziziyyah ini dilaksanakan di Komplek Perumahan DPR RI, Kalibata.

"Dalam perjalanan panjang rasul memimpin hijrah, mengubah zaman dari jahiliyah ke zaman penuh cahaya iman, nabi selalu mengajak semuanya, tidak pernah punya pikiran mengesampingkan," kata SBY di aula serbaguna Komplek Perumahan DPR RI di Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (6/2/2016).

Selain itu sifat nabi yang perlu diteladani adalah cinta damai. Menurutnya, sifat nabi ini sangat penting diterapkan di Indonesia khususnya di Aceh yang memang cukup rawan konflik.
"Aceh tak hanya harus menjaga kedamaian namun juga harus menjadi Aceh yang semakin sejahtera, adil dan juga memiliki masa depan yang semakin baik," ujarnya.

SBY lantas menceritakan pengalamannya saat menangani konflik Aceh. Konflik Aceh sempat pasang surut, namun akhirnya berhasil diselesaikan.

"Saya masih ingat ketika selama 5 tahun sejak tahun 2000-2005, berakhirnya konflik diantara kita setelah berlangsung 32 tahun kita mengalami masa pasang surut. Banyak yang mengatakan tidak mungkin (konflik Aceh berakhir) tapi ternyata berhasil," katanya.

SBY meminta para warga Aceh agar menjaga perdamaian. Jangan sampai konflik Aceh yang telah berakhir, muncul kembali.

"Mari kita jaga baik-baik. Pemimpin juga jangan terpengaruh. Semua harus menjaga perdamaian," imbaunya.

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama masyarakat Aceh se-Jabodetabek. Dalam acara yang digelar di kompleks perumahan DPR RI ini, SBY meyisipkan pamit kepada para warga Aceh karena tak lagi menjabat sebagai presiden.

Sebab SBY mengaku, menjelang berakhirnya masa kepemimpinannya pada tahun 2014 lalu, ia belum sempat berpamitan kepada warga Aceh. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, ia menyampaikannya secara langsung.

"Selama satu tahun 3 bulan ini saya belum sempat berpamitan secara resmi kepada saudara. Saya mohon pamit," ucap SBY dalam sambutannya di aula serbaguna perumahan DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (6/2/2016).

SBY juga menyampaikan permohonan maaf jika ada kesalahan selama 10 tahun memimpin RI. Tak lupa ia mendokan agar Aceh semakin maju dan terhindar dari konflik.


"Sampaikan salam saya untuk pemimpin Aceh berikutnya dan untuk kemajuan Aceh," kata SBY.

Ia juga berharap agar Aceh selalu dilimpahi kedamaian. Pendiri Partai Demokrat ini mengimbau agar masyarakat Aceh meneladani sifat Nabi Muhammad SAW yang senantiasa cinta damai.

Selain SBY, hadir juga dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini Menteri Agraria Ferry Mursyidan Baldan, Wakil Walikota Nagroe Aceh Darussalam Teuku Malik Mahmud Al-Haytar, para ulama Aceh dan pemimpin Yayasan Sirajul Mudhi - Al-Aziziyyah, Teuku Hashim Syam yang merupakan penyelenggara acara tersebut
.

No comments:

Post a Comment