Tuesday, March 8, 2016

Bukit Duri kebanjiran, Kampung Pulo hanya semata kaki

 Hari ini, daerah yang dilalui aliran kali Ciliwung yaitu Bukit duri dan Kampung Pulo terkena dampak banjir. Banjir di kawasan Bukit Duri ini hingga mencapai 1 meter sekitar pukul 10.00 WIB sedangkan Kampung pulo tidak terlihat parah karena hanya mencapai mata kaki saja. Kawasan ini mendapat air kiriman dari Bendungan Katulampa. Banjir di Jalan Bukit Duri sendiri melanda kawasan RT 1 hingga 8, 10 dan 15

Menurut anggota Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Anwar, awalnya banjir mulai terlihat pada pukul 07.00 WIB, tetapi puncaknya banjir semakin naik pada pukul 10.00 WIB hingga mencapai satu meter.

"Banjir mulai naik itu pukul 10.00 WIB. Ini air kiriman dari Bogor. Di Bendungan Katulampa sudah siaga satu tadi malam pukul 22.00 WIB," kata anggota Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Anwar, Selasa (8/3).

Pantauan Merdeka.com hingga sekitar pukul 16.00 WIB, banjir sudah terlihat surut, dengan setinggi lutut dewasa yang mencapai sekitar 50 cm. Banjir yang sudah terlihat surut ini, tak sedikit warga sekitar juga memanfaatkan situasi banjir dengan mencuci sepeda motornya. Bahkan anak-anak juga terlihat bermain-main disela banjir surut tersebut.

Situasi saat ini sangat ramai, karena banyak warga yang bukan warga Bukit duri dan Kampung Pulo sengaja melintas kawasan banjir tersebut untuk melihat kondisi banjir. Hingga sekitar pukul 17.00 WIB warga kawasan Bukit Duri Jakarta Selatan, mulai membersihkan rumahnya akibat dampak banjir tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak heran bila kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan masih terendam banjir. Program normalisasi kali Ciliwung baru sebagian menyentuh permukiman warga di wilayah itu.
Pemandangan ini tentu berbeda jika dibandingkan dengan kampung Pulo Jakarta Timur. Kawasan tersebut sudah terbebas dari banjir karena proyek normalisasi kali ciliwung.
"Bukit duri pasti masih tergenang. Tapi Kampung Pulo saya jamin enggak. Biarin, nanti Bukit Duri iri ngelihat Kampung Pulo, baru kamu minta sama saya gusur," kata Ahok di RPTRA Sahardjo Mentas, Setiabudi, Jakarta, Selasa (8/3).
Ahok mengaku tengah mempersiapkan beberapa unit rumah susun untuk warga Bukit Duri jika nantinya dilakukan pembongkaran. Nantinya warga akan direlokasi ke rusun. Namun untuk sementara, Ahok membiarkan kawasan itu terendam banjir.
"Makanya kita minta, mau kita mulai lagi (bongkar). Kita mau rusunnya siap, kita mau dorong lagi," terangnya.
Dia menambahkan, Pemprov DKI memiliki 61 unit rusun siap pakai. Tapi tak kunjung diberikan karena tipenya kecil. Kebanyakan warga meminta tipe 36 yang jauh lebih besar.
"Kami sudah siap 61 rusun, tapi ukuran (tipe) 24. Orang pada ngincer yang 32, 36. Iya dong, beli apartemen 36 sama 24 beda kan," ucapnya.

No comments:

Post a Comment