Ketua DPD DKI Partai Gerindra, Muhammad Taufik, membuka kemungkinan kembali berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Pilkada DKI.
"Ya mungkin (kembali berkoalisi)," kata Taufik kepadaKompas.com di ruangannya, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2016).
Gerindra, lanjut Taufik, membuka komunikasi dengan beberapa partai politik, termasuk PDI-P. Komunikasi bertujuan untuk menyamakan visi-misi.
Jika nanti Gerindra berduet dengan PDI-P, Taufik menyebut partainya legowo untuk penentuan calon gubernur dan wakil gubernur.
"Tinggal diusung siapa gubernurnya. Kami usulkan wakil gubernur, PDI-P usung gubernur. Kita diskusiin mana baiknya. Kan Gerindra dengan PDI-P dari dulu gitu-gitu, enggak susah," ujar Taufik.
Wakil Ketua DPRD DKI ini melanjutkan, partainya tak bersikeras untuk mengusung cagub atau cawagub jika berkoalisi dengan PDI-P.
"Bedanya Gerindra dengan partai lain. Enggak ngotot. Selama itu buat kepentingan baik kenapa enggak (ngalah cagub). Gerindra enggak haus (jabatan)," ujar Taufik.
"Ya mungkin (kembali berkoalisi)," kata Taufik kepadaKompas.com di ruangannya, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2016).
Gerindra, lanjut Taufik, membuka komunikasi dengan beberapa partai politik, termasuk PDI-P. Komunikasi bertujuan untuk menyamakan visi-misi.
Jika nanti Gerindra berduet dengan PDI-P, Taufik menyebut partainya legowo untuk penentuan calon gubernur dan wakil gubernur.
"Tinggal diusung siapa gubernurnya. Kami usulkan wakil gubernur, PDI-P usung gubernur. Kita diskusiin mana baiknya. Kan Gerindra dengan PDI-P dari dulu gitu-gitu, enggak susah," ujar Taufik.
Wakil Ketua DPRD DKI ini melanjutkan, partainya tak bersikeras untuk mengusung cagub atau cawagub jika berkoalisi dengan PDI-P.
"Bedanya Gerindra dengan partai lain. Enggak ngotot. Selama itu buat kepentingan baik kenapa enggak (ngalah cagub). Gerindra enggak haus (jabatan)," ujar Taufik.
No comments:
Post a Comment