Sekitar 30 siswa-siswi kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Negeri 03 Cawang, Jakarta Timur menyambangi Balai Kota, Kamis (20/8/2015) sore. Mereka terlihat membawa beberapa karton putih 30x40 centimeter (cm).
Beberapa siswa bergerombol dan menuliskan permohonan kepada Basuki. Seperti "Kami Ingin Pak Ginting Kembali", "Pak Ginting Jangan Tinggalkan Kami", "I Love Pak Ginting Forever", serta "Kembalikan Pak Ginting kepada Kami Pak Ahok, Karena Pak Ginting Guru yang Rajin dan Tegas".
Ternyata, mereka tidak terima wali kelas mereka, Saring Ginting, dimutasi ke sekolah lain. Mereka berharap Basuki bisa mengembalikan Ginting mengajar di SDN 03 Cawang Pagi.
Sembari menunggu Basuki keluar dari Balai Kota, mereka menyanyikan lagu "Indonesia Raya" dan "Hymne Guru".
Suara mereka cukup nyaring serta berhasil menarik perhatian para pegawai negeri sipil (PNS) DKI serta ajudan Basuki.
Setelah menunggu sekitar 45 menit, akhirnya Basuki keluar dari ruangannya. Basuki disambut puluhan anak yang sudah berbaris dan membentangkan karton dukungan bagi Ginting.
Siswa siswi langsung bersorak melihat kedatangan Basuki. Sambil tersenyum, Basuki membaca satu persatu karton yang dibentangkan anak-anak tersebut.
"Iya nanti coba saya bicarakan sama Kepala Dinas Pendidikan. Sudah ya," kata Basuki singkat sambil meninggalkan kerumunan.
Namun langkah Basuki dihambat oleh anak-anak serta orangtua murid. Mendapat sikap itu, Basuki langsung naik pitam. Ia meminta guru-guru serta orangtua murid tidak mengajarkan anak-anaknya untuk berdemo.
Terlebih mereka berdemo menggunakan seragam sekolah. Basuki menganggap tindakan orangtua serta guru-guru telah memanfaatkan siswa demi kepentingan tertentu.
"Anak-anak itu harusnya belajar. Saya tidak akan takluk hanya karena anak-anak demo, anak-anak tidak boleh memaksakan kehendak," kata pria yang biasa disapa Ahok itu dengan nada tinggi.
Siswa siswi yang awalnya ramai mendadak terdiam. Basuki meminta orangtua murid maupun guru untuk menghubunginya via SMS jika ada masalah. Tidak perlu mengerahkan anak-anak mereka berdemo.
Jika ada aduan, lanjut Basuki, ia pasti menindaklanjutinya ke satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Berulang kali Basuki mencoba pergi, namun dihalangi orangtua murid.
Saat itu, Basuki memang tengah terburu-buru ke Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian untuk membahas proyek Light Rail Transit (LRT). Namun, orangtua murid kembali menghalangi pergerakan mantan Bupati Belitung Timur itu.
"Ini tuh jadinya Ibu seolah-olah enggak kasih saya lewat. Ini kalau anak-anak demo kayak gini, sudah besarnya bisa-bisa kayak warga Kampung Pulo. Nanti saya tanya, apa Pak Ginting itu kena mutasi karena kepala sekolahnya tidak suka atau apa. Kalau karena kepala sekolahnya, saya pecat nanti," kata Basuki yang terlihat memerah mukanya sambil berlalu.
Salah seorang staf Gubernur, Oehal mengungkapkan ada 1.026 guru yang dirotasi. Guru-guru yang dirotasi itu merupakan guru yang telah mengabdi 10-15 tahun di sekolah yang sama.
Guru-guru itu tidak ditempatkan di sekolah yang jauh. Melainkan di sekolah yang masih berada dalam kelurahan yang sama.
"Enggak sampai keluar wilayah kok sekolahnya. Mungkin Pak Ginting memang baik, tetapi biarlah dia melakukan kebaikan di sekolah yang lain," kata Oehal.
No comments:
Post a Comment